21 Tahun Provinsi Banten, Matadewa Beri Nilai A Minus untuk WH -Andika

0
240
Iklan

Banten Newsbin.com – Momen pada Tanggal 4 Oktober 2021 merupakan waktu bersejarah untuk Provinsi Banten, karena hari itu Banten merayakan HUT yang ke 21, setelah otonomi dari Jawa Barat pada Tahun 2000 lalu. Newsbin pada 04/10/2021.

Selama hampir seperempat abad setelah menjadi pemerintahan provinsi, kursi nomor satu di Banten sudah diduduki oleh banyak kepala, dengan tujuan yang sama yakni, untuk perubahan.

Namun ternyata, di bawah kepemimpinan Gubernur Wahidin Halim dan Andika Hazrumy (WH – Andika), Mahasiswa Taktis Demokratis Wanasalam (Matadewa) menilai, keadaan Banten saat ini tampak genting dan memperihatinkan.

Hal itu diungkapkan Ketua Umum Matadewa, Repi Rizali, bahwa kepemimpinan WH-Andika selama 4 tahun lebih ini tidak bisa menjawab persoalan-persoalan yang ada di Banten, terutama persoalan korupsi dan kemiskinan.

“Menurut kacamata saya, Banten di bawah kepemimpinan WH-Andika justru semakin buruk citranya, 4 Kasus korupsi yang terbongkar dalam satu tahun terakhir menjadi bukti nyata kegagalan WH – Andika dalam menciptakan pemerintahan good governance,” kata Repi.

Menurut Repi, 4 kasus korupsi tersebut mulai dari pengadaan lahan Samsat Malingping, pengadaan lahan SMKN 7 Tangerang, Pengadaan masker sampai dana hibah Ponpes yang diantaranya dilakukan para pejabat Pemprov Banten merupakan fakta bahwa Banten di rezim WH – Andika hanya menjadi lahan subur untuk para koruptor.

“Hampir semua sektor dikorupsi, pendidikan dikorupsi, kesehatan dikorupsi, bahkan hibah pondok pesantren pun dikorupsi. Dan ini baru mencuat ke permukaan satu tahun terakhir, padahal kejadiannya beberapa tahun yang lalu. Hal itu mengindikasikan bahwa kasus-kasus korupsi di Banten bukannya tidak ada tapi belum terbongkar ke publik, dan tidak menutup kemungkinan maling-maling yang lain masih ada dan belum tertangkap,” papar Repi.

Lebih lanjut, Ketua Matadewa ini juga menyinggung janji kampanye WH-Andika pada tahun 2017 lalu, yang menurutnya hingga saat ini masih banyak yang belum terealisasi.

Ditambah tingkat kemiskinan dan angka pengangguran yang terus melonjak, merupakan bukti keberhasilan WH-Andika yang masih diniscayakan.

“Janji kampanye yang disampaikan WH-Andika pada 2017 yang lalu jelas hanya dongeng dan omong kosong, good governance sudah jelas gagal, berobat gratis menggunakan KTP cuma omong kosong, kemiskinan meningkat, pengangguran juara bertahan terus, paling banyak se Indonesia. Ini benar-benar memprihatinkan,” ungkap Repi.

Terakhir, aktivis mahasiswa Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten ini berharap, agar di episode selanjutnya Banten bisa menjadi lebih baik dan bisa dinahkodai oleh figur yang tepat.

“Nilai yang cocok untuk pemerintahan WH – Andika saat ini adalah A minus, A untuk kegagalan dan janji palsunya dan Minus untuk prestasinya, semoga Banten kedepannya bisa lebih baik lagi,” tutupnya.

Shandy

Iklan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini