Sebanyak 80 peserta Ikuti Diklat Standarisasi Guru Al-Qur’an Di Barito Selatan

0
19
Iklan

Buntok Newsbin.Com – Sebanyak 80 orang Peserta di Barito Selatan, Kalimantan Tengah mengikuti diklat standarisasi guru Al-Qur’an level satu, dan level dua dengan metode Tilawati. Newsbin, pada Sabtu, 8 Januari 2022.

“Untuk peserta yang mengikuti diklat standarisasi guru Al-Qur’an dilevel satu sebanyak 34 orang dan yang mengikuti level 2 sebanyak 46 peserta, sehingga jumlahnya sebanyak 80 orang,” Kata Ketua Panitia pelaksana diklat, Ustadz H. Muhammad Sibawaihi, Lc, M. Pd, di Buntok.

Menurut dia, sebanyak 80 orang peserta ini merupakan Ustadz, dan Ustadzah yang mengajarkan Al-Qur’an kepada santri di Barito Selatan, dan bahkan ada yang dari kabupaten tetangga yakni Kabupaten Barito Timur.

Ia menerangkan, kegiatan diklat yang dilaksanakan ini dalam upaya meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) guru-guru yang menjadi pengajar Al-Qur’an.

Untuk diklat level satu ini diikuti bagi pemula yang masih belum mengenal bagaimana mengajarkan metode tilawah, sebab walaupun bisa membaca Al-Qur’an, belum tentu bisa mengajar tilawati kalau tidak mengetahui caranya.

“Adapun yang diajarkan dalam diklat level satu tersebut mulai dari hal yang kecil hingga jilid enam, termasuk nada dasar rost,” Terangnya.

Sedangkan diklat dilevel dua lanjut dia, berupa pengayaan, dan pemantapan pada metode tilawati remaja, serta bagaimana mengajarkan Al-Qur’an pasca jilid satu sampai jilid enam dengan tambahan lagu-lagu.

Ia menyampaikan, diklat standarisasi guru Al-Quran level satu ini pernah dilaksanakan pihaknya sebelumnya sebanyak dua kali, dan untuk level dua baru dilaksanakan pada diklat kali ini.

HM. Sibawaihi berharap dengan adanya kegiatan tersebut, akan bertambah banyak lagi SDM-SDM guru yang mengajarkan Al-Qur’an kepada santri di daerah Barito Selatan.

Karena lanjut dia, jumlah Santri yang ada di daerah ini sangat banyak, kendalanya masih kekurangan SDM guru atau Ustadz, dan Ustadzahnya.

“Melalui diklat inilah menjawab tantangan itu, Gurunya harus sesuai dengan standar atau kompetensi, dan Diklat metode tilawati yang diikuti Guru ini sesuai dengan standar dari pusat,” Ucap Ustadz HM Sibawaihi yang rutin dalam setiap pekan melaksanakan majelis ta’lim di Masjid Besar Al-Munawwarah Buntok itu.

Sibawaihi juga mengapresiasi banyaknya jumlah peserta diklat, itu menunjukan antusias Ustadz, Ustadzah yang ada di Kabupaten Barito Selatan, dan Barito Timur untuk mengikuti kegiatan ini.

“Diklat yang diadakan ini dilaksanakan secara swadaya dengan biaya dari masing-masing Guru-guru yang menjadi Peserta, juga sedikit tambahan bantuan dari Lembaga Pembinaan, dan Pengembangan Taman Kanak-kanak Al-Quran (LPPTKA) Badan Komunikasi Pemuda Masjid Indonesia (BKPRMI) bersama Tilawati Nurul Azhar,” Tambah dia.

Sementara Direktur Daerah LPPTKA BKPRMI Barsel, Muhammad Husin menyampaikan sangat mendukung kegiatan yang dilaksanakan itu, “Kegiatan tersebut dilaksanakan guna menyamakan cara pembelajaran, sehingga bisa sesuai standar yang diterapkan di pusat, baik dari segi bacaan maupun penerapannya,” Tambah dia.

Sedangkan Kasi Pendidikan Islam pada Kantor Kementerian Agama Barito Selatan, Muhammad Irfan menyampaikan, pihaknya juga sangat mengapresiasi, mengucapkan terima kasih kepada LPPTKA BKPRMI, dan Tilawati Nurul Azhar yang telah melaksanakan diklat itu.

“Kita juga patut bersyukur, karena di Barito Selatan khususnya di Kota Buntok dalam beberapa waktu terakhir setiap malam dilaksanakan pengajian, dan majelis ta’lim. Dengan adanya diklat tersebut tidak kesulitan lagi dalam mencari imam sholat lima waktu di Masjid, Langgar dan Musholla,” Ucap M. Irfan yang juga Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Barito Selatan itu.

Sebab kata dia, yang menjadi imam terkadang menjadi sorotan dari segi bacaan ayat Al-Qur’an.

Kalau bacaannya imamnya bagus, maka secara otomatis makmum khusuk dalam mengikuti sholat lima waktu.

Menurut dia, melalui kegiatan ini juga, sangat membantu LPTQ Barito Selatan dalam mendukung pelaksanaan kegiatan-kegiatan yang sudah diprogramkan sebelumnya.

Acara diklat standarisasi guru Al-Qur’an level satu, dan dua dengan metode tilawati yang berlangsung di Aula Kantor Kemenag Barsel selama dua hari itu menghadirkan instruktur Tilawati dari Pusat Pesantren Nurul Falah, Ustadz M. Choiri, S. Pdi.

Herman S.

Iklan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini