Premanisme Mengalahkan Aparatur Negara Dan Merusak Pesantren Al Madaniyah

0
209
Iklan

Batam Newsbin.Com – Batam Sekelompok orang yang diduga preman datangi Pondok Pesantren Al Madaniyah di Perumahan Anggrek Mas Blok F nomor 5, Batam Center merusak gembok tempat meteran air serta mengambil meterannya pada Selasa (26/4/2022) pagi. Newsbin Pada Rabu (27-04-2022).

Menurut penjelasan pengasuh pesantren, Hj Kurniasih Eko Risti perusakan tersebut terjadi ketika ia sedang keluar untuk mengurus beberapa keperluan.

Tadi pagi saya ke luar karena ada perlu. Tiba-tiba mereka datang dan merusak gembok gardu meteran air dan mengambil meterannya,” katanya pada awak media.

Perempuan yang akrab disapa Bunda/Ummi Madaniyah itu mengetahui peristiwa perusakan setelah dikabari oleh jamaah pengurus pesantrennya.

Tadi pengurus pondok yang juga adik ipar saya yang ngasih tahu. Perbuatan mereka tadi sempat dihalangi oleh kerabat saya, Ibu Rosma, namun mereka datang kurang lebih 7 orang, pengurus kami yang hanya wanita dan seorang diri saat itu.

Tidak sanggup menghalau. Nanti kami akan konfirmasi segera ke pihak SPAM apakah memang ada berita acara pencabutannya atau tidak, karena tidak Ada berita acara maupun surat tugas yang mereka tunjukkan kekami, katanya lagi.

Pencabutan meteran air di Pesantren Al Madaniyah ini bukanlah hal yang pertama, Sebelumnya meteran air ini sudah pernah dilepas pada Jum’at 22/04 oleh pihak yang mengaku dari SPAM ditemani beberapa orang dan juga seorang pengacara bernama Indra Raharja mengaku diperintah Hari Basuki.

Meteran air ini kami perbaiki Sabtu (23/4/2022) setelah sekitar 5 hari sebelumnya hendak disegel namun kami halangi ketika hendak dicopot, terangnya.

Tak hanya meteran air saja, yang diputus di pesantren ini, melainkan juga meteran listrik serta pemagaran halaman depan oleh orang-orang yang sama.

Atas pelepasan meteran air dan listrik itu, kini Pesantren Al Madaniyah tidak memiliki penerangan dan tidak memiliki akses air.

Mereka ke sini seringkali ditemani Indra Raharja ataupun menyebut diperintah langsung oleh Hari Basuki, jelasnya.

Menurut Hj Kurniasih, Indra Raharja adalah orang yang mengaku sebagai kuasa hukum dari Hari Basuki. Hanya saja setiap ditanyakan surat kuasanya, Indra selalu mengelak dan tak pernah menunjukkan.

Dari situ saja terlihat bahwa yang bersangkutan tidak menunjukkan etikad baik, sebutnya.

Bunda ini juga mengaku pernah beberapa kali diusir dari pesantren yang merupakan rumahnya sendiri, oleh Indra Raharja maupun Hari Basuki,Namun ia tetap memilih bertahan di Pesantren yang ia anggap masih miliknya itu.

Hari Basuki menurut keterangan Hj Kurniasih merupakan orang yang bersengketa atas kepemilikan rumah dengannya,karena pernah meminjamkan dana talangan untuk pelunasan dua sertifikat rumah (termasuk pesantren) yang telah jatuh tempo di bank beberapa tahun lalu.

Sekarang dia mengklaim kepemilikan rumah ini. Padahal nilai jual dua rumah itu terlalu tinggi untuk dana yang dipinjamkan Eks Dirut PT. Pembangunan Batam, komunikasi terakhir saya dengan Hari Basuki, dia mengajak untuk menempuh jalur hukum,atas masalah ini, namun bukan jalur hukum yang kami dapat, yang Ada hanya intimidasi premanisme yang kami alami selama ini. ” imbuhnya.

Sayangnya, hingga berita ini diturunkan, Hari Basuki masih belum dapat dikonfirmasi.

Team Newsbin

Iklan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini