Tambang Ilegal Di Kotabaru Memasuki Tahap Ke-2

0
110
Iklan

Kotabaru Newsbin.Com
Gundukan kecil batubara sekitar 1.000 (seribu) Ton berada di Pelabuhan Pelindo III Kabupaten Kotabaru Provinsi Kalimantan Selatan, akhir-akhir ini menjadi sorotan dan pertanyaan dikalangan masyarakat. Newsbin Pada Kamis 28/04/2022.

Dimana, Batubara tersebut merupakan kumpulan dari tambang yang diduga ilegal dibeberapa tempat yang dilakukan oleh seseorang terdakwa berinisial (HA) yang kini kasusnya sudah limpah ke ketahap dua di Kejaksaan Negeri Kotabaru.

Sebelumnya aparat Kepolisian Polres Kotabaru telah menahan dua alat berat yang digunakan para pelaku penambang di kawasan IUP PT. Sebuku Tanjung Coal (STC) Desa Sebelimbingan Kecamatan Pulau Laut Utara.

Berdasarkan sumber informasi dari beberapa orang yang tidak mau disebutkan namanya, “bahwa izin yang digunakan para pelaku tambang ilegal memakai dokumen bodong, “ujarnya.

“Namun apakah batubara tersebut merupakan barang bukti atau sudah disita oleh penegak hukum, pasalnya terdakwa dan kawan-kawan melakukan pertambangan ilegal, diketahui oleh warga yang bercerita bahwa HA selalu terkesan mencatut nama-nama Pejabat Polda saat mengerjakan pertambangan ilegal, tentunya seakan akan memiliki Bekingan yang Sangat Kuat, padahal hal demikian tidak lah benar adanya dan juga sudah ditepis oleh Kapolres Kotabaru terkait isu yang beredar tersebut sangatlah tidak benar,” jelasnya.

Sampai hari ini sebagaimana di ketahui bersama, tumpukan Batubara diPelindo III Kotabaru tidak ada yang berani mengakui siapa pemilik sahnya dan belum ada yang memastikan asal barang melalui Surat keterangan Asal Barang (SKAB), “ungkapnya mengakhiri.

Kepala Kejaksaan Negeri Kotabaru Dr. Andi Irfan Syafruddin, SH. M.H melalui Kasi Tindak Pidana Umum (KASIPIDUM) Seno Aji, SH, saat di temui awak media diruang kerjanya pada Selasa (26/04) lalu menjelaskan “memang benar kasus Haji Amat Cs para terdakwa tambang ilegal sudah memasuki tahap dua pelimpahannya administrasi kemaren pada tanggal 25 April 2022 di Pengadilan Negeri Kotabaru, kemudian habis lebaran Idul Fitri untuk penetapan jadwal persidangannya, “paparnya.

Sementara barang bukti dalam berkas perkara batubara hasil tambang ilegal diperkirakan kurang lebih sebanyak 15 (limabelas) ton, jikalau memang lebih dari itu nanti kita ungkap dipersidangan,” tegasnya.

“Dalam perkara tersebut, maka para terdakwa melakukan penambangan tanpa izin dituntut dengan Pasal 158 Undang-undang minerba,” pungkasnya.

Terpantau oleh Awak Media di lokasi Pelabuhan Pelindo III, nampak jelas tumpukan batubara tersebut diperkirakan melebihi dari 15 Ton.

Red Newsbin

Iklan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini