Oknum Aparat Kepolisian Mengaku Instruksi Kapolda Menakut-Nakuti Penghuni Ponpes Al-Madaniyah

0
215
Iklan

Batam Newsbin.Com – Batam berbagai cara kotor,dan sifat nya memaksa,ditampakkan oleh pihak yang mengatas namakan Hari Basuki untuk mengintimidasi lawannya. Newsbin Pada Minggu (01-05-2022).

Dari sebelumnya memutus aliran listrik,mencabut air minum,menyegel pekarangan dengan pagar seng, menyuruh preman oleh Indra Raharja kuasa hukum HB.

Hanya sisa hitungan hari Bulan Suci Ramadhan berakhir, tidak surut untuk menghentikan langkahnya, untuk tetap berusaha mengambil alih bangunan, yang ditempati dan dijadikan ponpes serta kegiatan sosial keagamaan oleh Hj. Kurniasih Eko Risti selama 20th terakhir.

Dari Sebelumnya setelah pengerahan preman berwajah seram,gagal mencapai tujuannya yang terakhir, berhenti aksinya pada Selasa 26/04/2022 dengan hasil meteran air berhasil dibongkar.

Pada 28/4/22 pagi hari , oknum polisi berseragam dua orang datang ke Komp. Anggrek Mas 1 blok F no. 5 Batam Kota dimana ponpes Al-Madaniyah berada mencari Pimpinan Ponpes,tidak mendapati orang yang dicari karena sedang diluar, Hj. Komariah Pengurus Ponpes sekaligus Ipar dari Pimpinan ponpes menemui dua oknum tersebut.

Mengatasnamakan dari polda mereka bertanya dan ingin menemui Pimpinan Ponpes yaitu Hj. Kurniasih yang juga akrab disapa Bunda Madaniyah.

Dari narasumber dilapangan Mengatakan bahwa kedatangan mereka untuk mediasi dengan membawa dokumen sertifikat yang diklaim pihak HB, oknum tersebut menyampaikan bahwa Penghuni pondok segera harus mengosongkan tempatnya , apabila tidak mengindahkan maka akan terjerat hukum dan dikenai pasal KUHP Pasal 385 terkait Perampasan Hak.

Dan menawarkan bertemu Pimpinan Ponpes untuk negosiasi baru,kembali lagi dengan cara-cara kekerasan verbal yang intimidatif.

Diketahui sebelumnya pada Sabtu 16 April sehari setelah Ummi Madaniyah sampai di Batam, setelah memutus listrik dua hari sebelumnya Hari Basuki bersama Istrinya datang.

Menemui Pimpinan Ponpes itu, mengultimatum harus bersedia mengosongkan bagunan yang ditempatinya sampai Senin pukul 11.00WIB dengan kompensasi 100juta jika tidak, diancam dikosongkan akan ditempuh jalur hukum eksekusi paksa dan pintu negosiasi ditutup.

Ketika tenggang waktu berakhir, tawaran pihak Hari Basuki ditolak Pihak Ponpes melalui maklumat yang dikirim via WA.

Dan tanggapan Hari Basuki, akan menempuh jalur hukum dan mengatakan ruang negosiasi sudah tertutup lalu berlanjut lebih barbar aksi dan premanisme pada hari selanjutnya hingga 26/04/22 dengan pencapaian meteran air berhasil dibongkar paksa dan diambil.

Setelah para pelaku yang diduga preman tersebut menghilang, datang kembali oknum aparat berseragam 28 dan 29/04/22 secara arogan dan intimidatif mengancam akan mengerahkan pasukan untuk mengosongkan rumah dan para penghuni akan ditangkap semua.

Saya datang kesini atas Instruksi Kapolda,Mana Ibunya, kalau hilang-hilangan terus berarti memang kalian gak benar ini,kami datang secara baik-baik. “

Namun ketika ditanyakan surat perintah dan surat tugas mereka, ketiga oknum tersebut kembali membentak pengurus perwakilan Ponpes yang menemui dan memaksa menghadirkan Pimpinan Pengasuh ponpes Al-Madani yah.

Saya kasih waktu dua hari kalau tidak,akan dikerahkan pasukan,nanti ketika lebaran untuk mengosongkan rumah, dan kalian semua akan ditangkap, Anda juga akan ditangkap sebagai pihak terkait ancamnya,kepada Ibu Rosma yang menemui mereka.

Perwakilan pondok lalu mengatakan untuk menghubungi Kuasa Hukum,
Salah satu dari ketiga oknum tersebut dengan membentak “mana pengacaranya, suruh datang kesini temui saya sekarang.

Perwakilan ponpes menghubungi Kuasa Hukum via telephone dan meminta disambungkan kepada oknum yang mengaku bernama N. Boy,

Disinyalir ketika berbicara via telp dengan kuasa hukum mengaku ingin “membantu” menawarkan solusi dengan negosiasi. Namun ketika dikonfirmasi berdinas dimana bagian apa, mereka mencatut nama Kombes Syarif.

Setelah selesai berbicara, salah satu yang disebut sebagai pimpinan ketiga oknum tersebut berkata “Ayo pergi.

Burhan

Iklan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini