Huda Minta Rp 500 Juta Sebagai Ganti Rugi Lahan Di Goa Lowo

0
120
Iklan

Kotabaru newsbin.com – Mengenai permintaan ganti rugi pembebasan lahan sebesar setengah Miliar rupiah terlontarkan Nurul Huda disaat dilakukannya mediasi oleh Polres Kotabaru yang dipimpin oleh Kabag ops Kompol Agus Rusdi Sukandar, S.H, S.I.K, M.H, terkait permasalahan antara ahli waris M. mukmin dengan Pengelola Wisata Goa Lowo. Newsbin, Sabtu (07/05/2022)

Acara silaksnakan pada hari Jum’at (06/05) siang, di Balai Desa Tegal Rejo, Kecamatan, Kelumpang Hilir, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan. NewsBIN pada Sabtu 07/05/2022.

Telah diketahui, permasalahan lahan tersebut beberapa waktu lalu sudah ada putusan Pengadilan Negeri Kotabaru tingkat pertama yakni N/O, artinya tidak ada yang menang dan tidak ada yang kalah, gugatan penggugat ditolak dan gugatan balik tergugat pun tidak diterima.

Sebelum pemeparan dari dua belah pihak Kasat Reskrim telah memberikan 2 opsi yaitu membuka sendiri akses jalan yang tela ia tutup ataukah pihak aparat yang akan membukanya.

Disampaikan perwakilan Kuasa Hukum Gravven Marvello, pihaknya merasa keberatan karena tidak ada kordinasi dari pihak Bumdes kepada ahli waris selaku pemilik lahan untuk membuka Obyek Wisata Goa Lowo, terlebih lagi telah diketahui bersama bahwa hasil putusan pengadilan ditolak dan kami akan mengajukan banding kembali sebelum batas waktu yg telah diberikan oleh pengadilan yaitu tanggal 20 Mei 2022.

Alasan penutupan jalan dimaksud, karena merasa tidak dihargai dan pada saat pembukaan Obyek Wisata Goa Lowo pihak desa tidak permisi sehingga pihak ahli waris merasa tersinggung dan pada akhirnya melakukan penutupan.

Oleh karena itu, lanjut Marvel, pihak ahli waris meminta kepada pihak Bumdes dalam setiap hasil penjualan tiket masuk obyek wisata goa lowo di bagi 50% kepihak Ahli Waris dan tidak akan membuka jalan yang telah dilakukan penutupan Ormas Komdatun pada Kamis (05/05) kemaren.

Senada dengan Nurul Huda yang merupakan anak dari warga transmigrasi tahun 1982 angkatan Ke-2 (M. Mukmin alm.) itu mengatakan jika jalan tersebut dibuka kami minta pembagian hasil sebanyak 50% dari penjualan tiket masuk obyek wisata.

Selain itu, jika dilakukan pembebasan lahan, ia meminta uang sebesar Rp 500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah) sebagai ganti rugi.

“Jika lahan dibebaskan, kami meminta ganti rugi Rp. 500 juta”, pinta Nurul Hadi.

Sementara pihak Bundes melalui Suwono yang juga warga trans 1983 angkatan Ke-3 dan pernah menjadi perangkat Desa Tegal Rejo yaitu sebagai salah satu RT dan Kaur Umum mengatakan, sesuai Instruksi Camat Kelupang Selatan pada Tahun 1995 kala itu, bahwa Radius 50 meter dari Obyek Wisata Goa Lowo tidak boleh disegelkan karena akan di jadikan Kawasan pariwisata dan perkemahan.

Dengan demikian, lanjut Suwono, keterangan Nurul tentang klaim legalitas tanah yang diterbitkan segel pada tahun 2002 oleh Tarsid (Kades saat itu) menurutnya Tarsid sudah tidak menjabat kepala desa sejak tahun 1998.

“Saya menduga bahwa Stempel yang tertera dalam legalitas Segel milik Alm. M. Mukmin bukan stempel asli”, beber Suwono.

“Lahan yang dilakukan klaim oleh Ahli waris Nurul Huda merupakan lahan milik negara”, tambahnya.

Ketua Bumdes Tri Widodo selaku pengelola Obyek Wisata Goa Lowo pun angkat bicara dalam mediasi,
“Kami dari Bumdes mengelola obyek wisata tersebut dari awal dan sebelumnya sudah menawarkan kepada masyarakat sekitar untuk berjualan”

“Pembangunan jalan tersebut dari Pemda Kotabaru dan harapan kami tidak ada gangguan di obyek Wisata Goa Lowo sehingga masyarakat yang berlibur merasa aman dan nyaman” pungkasnya.

Usai mediasi dilanjutkan dengan pembongkaran dan pembukaan jalan Obyek Wisata Goa Lowo oleh TNI-Polri dengan disaksikan oleh pihak Desa, Ahli Waris Nurul Huda beserta Kuasa hukum dan pihak Bumdes Tegal Rejo.

Hadir dalam pertemuan Kabag Ops Polres Kotabaru Kompol Agus Rusdi Sukandar, S.H, S.I.K, M.H, Kasat Reskrim AKP Abdul Jalil, S.I.K., M.H, Kasat Intelkam IPTU Shokif Fabrian Y, S.T.K, S.I.K, Sekdes Tegal Rejo Rifki Setiawan, Perwakilan Camat Kelumpang Hilir Suhartoo, SE.

Hadir pula ahli waris pemilik lahan Nurul Huda beserta 4 orang dan kuasa hukumnya Gravven Marvello , pengelola Wisata Goa Lowo Tri Widodo beserta 5 orang dan 10 orang warga Desa Tegal Rejo.

(rzq) Red Newsbin

Iklan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini