SDN 2 Purwodadi Dalam Diduga Manipulasi Data Dapodik Murid Kelas VI

0
34
Iklan

Lampung Selatan Newsbin.Com – Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Purwodadi Dalam, Kecamatan Tanjung Sari, Kabupaten Lampung Selatan, diduga melakukan Mark-up atau manipulasi data Murid penerima Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Newsbin Pada Senin 6 juni 2022.

Berdasarkan informasi yang didapat oleh Awak Media, Data Pokok Pendidikan (Dapodik) ada sebanyak 17 nama murid Kelas VI yang difiktifkan. Pasalnya, nama ke-17 murid kelas VI tersebut merupakan murid Sekolah Dasar Islam Terpadu  (SDIT)  AL Abror yang berada di Desa Kertosari, Kecamatan Tanjung Sari, Lampung selatan.

Hal tersebut diakui Sarjoko saat beberapa Awak Media meminta konfirmasi, Rabu (18/05/2022).

“Memang benar ada 17 orang murid dari luar sekolah SDN 2 Purwodadi Dalam yang ikut ujian nasional meskipun mereka tidak belajar di sini. Tetapi saya sudah daftarkan 1 tahun yang lalu agar Dapodiknya keluar,” kata Sarjoko.

” Dan mengenai dana bos dari 17 murid tersebut, bisa turun 1 tahun walaupun tidak hadir di sekolah.
Nanti hadirnya pas ujian saja. Dana BOS tersebut juga dikelola di SDN 2 Purwodadi Dalam,” tutur Sarjoko.

Ironisnya, SDIT Al Abror belum memiliki izin melaksanakan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dari Dinas Pendidikan Lampung Selatan.

Hal tersebut disampaikan Kepala Sekolah SDIT Al Abror, Indah saat Awak Media mengkonfirmasi kebenaran murid SDIT Al Abror masuk dalam Dapodik SDN 2 Purwodadi Dalam. Senin (23/05/2022).

” Benar untuk tahun ini murid kelas VI kami terdata dalam Dapodik SDN 2 Purwodadi Dalam. Tahun lalu gagal karena syarat yang diminta kurang,” ungkap Indah.

Diutarakannya, murid kelas VI yang mengikuti ujian nasional, numpang di SDN 2 Purwodadi Dalam dipungut sebesar Rp. 600.000 ribu/murid.

Menanggapi adanya indikasi dugaan manipulasi data Dapodik yang diduga dilakukan Sarjoko, Sekretaris Masyarakat Indonesia Maju (MIM) Lampung Selatan, Andre dengan tegas meminta Dinas Pendidikan Lampung Selatan mengambil tindakan tegas terhadap Kepala Sekolah tersebut

” Ini tidak bisa dibiarkan, indikasi kerugian negara sudah jelas bila memang benar ada manipulasi data Dapodik tersebut. Kepala Dinas Pendidikan harus bersikap tegas agar ada efek jera,” ucap Andre

Menurutnya, Kepala Sekolah SDN 2 Purwodadi Dalam dapat diduga melanggar aturan Permendikbud No. 3 Tahun 2019, bahwa Bantuan Operasioanal Sekolah (BOS) regular adalah program pemerintah pusat untuk penyediaan pendanaan biaya operasional personalia dan non personalia bagi sekolah yang bersumber dari dana alokasi khusus non fisik.

Adapun kegiatan yang dilakukan adalah kegiatan pembelajaran dan ekstrakulikuler. Misalnya, membeli atau mengganti alat peraga pendidikan yang diperlukan sesuai Standar Nasional Pendidikan (SNP)  mendukung penyelenggaraan pembelajaran aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan, pengembangan pendidikan karakter dan penumbuhan budi pekerti, serta pembelajaran remedial dan pembelajaran pengayaan, pemantapan persiapan ujian.

” Masa tak mengikuti kegiatan belajar, hanya sekedar ikut Ujian Nasional, itupun numpang, dapat dana BOS dan di kelola oleh pihak SDN 2 Purwodadi Dalam,” tutur Andre.

Terkait SDIT Al Abror yang belum memiliki izin KBM, Andre mengkritisi kinerja Kepala Dinas Pendidikan Lampung Selatan.

” Koq bisa lolos dari pengawasan Disdik Lampung Selatan, padahal ada perpanjangtanganan Disdik di tingkat Kecamatan dalam hal ini Korwil. Perlu dievaluasi kalau begini kinerja di lingkungan Disdik Lampung Selatan,” ungkap Andre.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Lampung Selatan, Asep Jamhur, saat dikonfirmasi terkait permasalahan tersebut, mengatakan akan memanggil pihak sekolah.

” Sabar Bang, nanti akan saya panggil pihak sekolah dan setelah itu akan saya beri keterangan,” ucap Asep dari sambungan telepon WhatsApp. Senin (24/05/2022).

Senada dengan Asep, Ketua Korwil Kec. Tanjung Bintang dan Tanjungsari, Untung, menjanjikan akan memberikan klarifikasi dalam waktu dekat setelah memanggil pihak sekolah.

” Nanti saya akan panggil pihak sekolah dan mengundang Abang untuk klarifikasi,” ucap Untung menjawab pesan chat WhatsApp awak media saat meminta konfirmasi, Rabu (25/05/2022).

Ketua Korwil, Kepala Sekolah SDN 2 Purwodadi Dalam, Ketua Yayasan SDIT, Penilik Sekolah, pada Sabtu (28/05/2022) mendatangi SDIT Al Abror. Namun, tak sepata kata pun keluar dari bibir para pemangku kepentingan tersebut kepada Awak Media yang ikut hadir di SDIT tsb

Hingga berita ini ditayangkan, Asep Jamhur dan Untung seakan lupa bahwa masalah manipulasi data Dapodik bukan masalah biasa, sehingga mengabaikan konfirmasi yang diminta Wartawan. Sarjoko saat di konfirmasi minta tanggapan sehubungan pemberitaan ini,dengan alasan buka jam kerja melalui telfon seluler nya menjawab, “maaf ini kan bukan jam kerja pak, lain kali kita atur jadwal untuk bertemu,”tutup nya.

Julio

Iklan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini