Terkait Harapan RSJS Buntok, Ini Tanggapan Dua PBS Di Barsel

0
83
Iklan

BUNTOK Newsbin.Com – Rencana pihak RSUD Jaraga Sasameh (RSJS) Buntok membangun kerjasama pelayanan kesehatan dan Medical Check Up (MCU) dengan perusahaan – perusahaan besar swasta (PBS) yang berinvestasi di Kabupaten Barito Selatan, disambut baik oleh PT. Montalat Jaya Utama (MJU) dan PT. Electra Global (EG).

Minta kerjasama tersebut disampaikan oleh managemen kedua perusahaan itu, saat dikunjungi oleh awak media, Newsbin Senin (13/6/2022).

Kepada wartawan, Kepala Teknik Tambang (KTT) PT. MJU, Ariyanto mengutarakan bahwa saat ini managemen perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan batu bara tersebut, memang sudah merencanakan untuk mulai melaksanakan MCU secara reguler bagi karyawan mereka.

“Dalam hal ini, kami (MJU) untuk masalah kesehatan, itu memang sudah kami programkan, yaitu sudah kami cantumkan di Rencana Kerja Anggaran Biaya (RKAB) kami di tahun 2022,” terangnya saat ditemui di kantornya di Desa Bantai Bambure, Kecamatan Dusun Utara, Senin (13/6/2022).

“Artinya di situ kami sudah membuat semacam budget (rencana biaya) yang sudah kami anggarkan, untuk masalah MCU itu tadi,” imbuh dia menambahkan.

Namun, diakui Ariyanto lagi, hingga saat ini managemen memang belum menentukan dengan pihak mana saja akan membangun kerjasama di bidang kesehatan tersebut.

“Hanya saja, memang betul bahwa kami masih terkendala, dimana dan dengan pihak mana sih nanti kerjasama itu dibangun?” akui dia.

“Kalau memang Rumah Sakit Buntok sudah mampu untuk membuka kerjasama dengan kita (MJU), artinya kan lebih bagus. Kita enggak usah jauh-jauh (membangun kerjasama),” sambut baik Ariyanto.

Sementara itu, dijabarkan oleh lulusan Politeknik Muara Teweh ini, terkait dengan persoalan kerjasama perawatan kesehatan karyawan, untuk saat sekarang pihak perusahaan sudah menjalin kerjasama dengan pelayanan kesehatan yang ada di Barsel, terutama dalam hal BPJS Kesehatan.

Sedikitnya lima puluhan karyawan PT. MJU yang ada saat ini, faskesnya adalah di Puskesmas terdekat dengan wilayah kerja perusahaan yang secara administrasi tersebut seratus persen beroperasi di Barsel.

“Untuk penanganan yang lebih cepat, saya rasa di sini juga kan ada puskesmas. Itu kalau misalnya ada karyawan yang sakit (ringan), di BPJS kesehatan kami itu faskes-nya kita ambil yang terdekat dulu. Baru nanti yang rujukannya adalah Rumah Sakit Buntok,” jelasnya.

“Kalau MCU memang kita mencari fasilitasnya yang sudah memadai dengan standard yang diberlakukan,” tukasnya.

Di tempat berbeda, HRD PT. EG, Akhmad Riyadi juga menyambut baik perihal rencana dan harapan yang diutarakan oleh RSJS.

“Kalau dari saya pribadi, sangat setuju. Karena jarak tempuh dari perusahaan ke Buntok cukup dekat, jadi biaya operasional lebih murah. Tapi secara etika saya harus mengkomunikasikan hal ini kepada direktur selaku pimpinan management. Sebab dialah yang punya wewenang memutuskan kebijakan iya atau tidaknya perusahaan kami bekerjasama dengan RSJS Buntok,” sebutnya di Kantornya di Desa Patas, Kecamatan Gunung Bintang Awai (GBA), Senin (13/6/2022).

Sedangkan untuk masalah perawatan kesehatan selama ini di PT. EG, dijelaskan oleh Riyadi, perusahaan memang belum bekerjasama dengan instansi ataupun fasilitas pelayanan kesehatan manapun. Sebab di lingkungan pemukiman karyawannya, perusahaan sudah menyediakan petugas paramedis sendiri yang siap melayani kesehatan para karyawan.

Menyambung keterangan tersebut, petugas paramedis PT. EG, Alfianor yang sudah beberapa bulan bekerja di perusahaan yang memiliki ratusan tenaga kerja itu, mengaku belum pernah menemukan keluhan karyawan sakit kronis, sehingga belum pernah melakukan rujukan pengobatan dan perawatan kesehatan bagi para karyawan ke pusat pelayanan kesehatan di luar paramedis perusahaan, baik itu puskesmas maupun rumah sakit.

“Jadi selama kami tiga bulan (tugas) di sini, keluhan penyakitnya cuma yang ringan-ringan saja. Misal kaya kecapekan, sakit kepala, meriang dan gatal-gatal, mungkin karena air dan cuaca di sini yang kadang panas dan kadang dingin. Tapi untuk penyakit kronis, belum ada ditemukan,” jabarkan Alfianor.

“Kalau tanggapan kami (sebagai paramedis), kalau memang ada kerjasama dengan rumah sakit itu malah lebih bagus. Seandainya ada apa-apa dengan pegawai perusahaan kan, bisa kami rujuk (ke rumah sakit), apalagi lokasinya di Buntok,” ucapnya menambahkan.

Ditimpali oleh Humas Umum PT. EG, Malala, sebagai penduduk asli Barsel, dirinya mengaku sependapat dengan Akhmad Riyadi dan Alfianor, terkait ketertarikan dan minat untuk membangun kerjasama dengan RSJS dalam hal pelayanan kesehatan.

Sebab menurut dia, selain sangat menguntungkan perusahaan dari segi pembiayaan dan waktu tempuh, kerjasama ini juga dapat memberikan keuntungan bagi daerah dari sisi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

“Karena mengingat jarak tempuhnya dekat. Kerjasama di bidang medis itu sangat kami harapkan. Kami sebagai humas umum PT. Electra Global sekaligus penduduk lokal di tempat ini, sangat berharap untuk bisa (rencana) ini dilanjutkan dengan baik. Agar terwujudnya kerjasama dan keharmonisan yang baik diantara perusahaan, rumah sakit Buntok dan pemerintah daerah setempat,” pungkas dia berharap.

Pada hari yang sama, awak media juga telah mendatangi sejumlah perusahaan lainnya, yakni PT. Palopo Indah Raya (PIR) dan managemen PT. Riung Mitra Lestari (RML), namun dikarenakan pimpinan managemen kedua perusahaan tersebut sedang di luar daerah, sehingga belum ada tanggapan apapun mengenai masalah ini.

(Herman)

Iklan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini