Sertu Haryan Memberikan Materi Stop Bullying Di Yayasan Sinergi Bina Bangsa Desa Cimaja

0
67
Iklan

Sukabumi Newsbin.Com – Kab. Sukabumi
Untuk mencegah terjadinya perundungan / bully dikalangan pelajar, anggota Koramil 0622-01/Cisolok Sertu Haryan memberikan materi stop bullying di yayasan Sinergi Bina Bangsa Desa Cimaja Kecamatan Cikakak Kabupaten Sukabumi Jawa Barat. Newsbin Pada Sabtu (16/07/2022).

Sertu Haryan menyampaikan bahwa perundungan atau bully menjadi salah satu momok dalam dunia pendidikan. Karena perundungan ini selain merusak sillaturahmi antar siswa juga tak jarang berujung proses hukum karena adanya tindak kekerasan.

“Untuk menghindari itu, kami ingin para siswa siswi di yayasan Sinergi Bina Bangsa mendapat pencerahan dari aparat hukum sekaligus menjadi contoh di masyarakat untuk menjauhi perundungan sesama pelajar,” ungkap Sertu Haryan.

“Semua siswa siswi yang mengikuti kegiatan ini dapat menyerap materi dengan baik untuk kemudian diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya.

Sertu Haryan dari Koramil 0622-01/Cisolok mengawali materinya dengan mendefenisikan bullying atau perundungan adalah sebuah masalah sosial yang tengah marak terjadi di masyarakat, sebagai dampak dari perkembangan teknmologi hingga menjadi masalah sosial.

Bulliying adalah sikap menunjukan eksistensi diri dengan menjadikan orang lain sebagai korban. Untuk mendapatkan pengakuan eksistensi diri baik di media sosial maupun secara langsung ditengah komunitas atau masyarakat.

“Selain berdampak terhadap moral dan kejiwaan perilaku bullying ini juga merusak kesatuan dan persatuan di tengah masyarakat, yang apabila dibiarkan akan berpengaruh kepada persatuan nasinonal,” jelas Sertu Haryan.

Untuk itu Sertu Haryan mengajak para siswa siswi yayasan Sinergi Bina Bangsa memanfaatkan teknologi dan media sosial secara positif. Baik untuk menunjang eksistensi dan aktifitas sehari-hari maupun untuk unjuk prestasi, perorangan atau komunitas.

“Mewaspadai sebelum kasus ini terjadi. Semoga dengan adanya materi dari anggota Koramil tersebut, siswa siswi dapat paham dan menghindari terjadinya perundungan dikalangan mereka,” masih Sertu Haryan sampaikan.

“Ini menjadi contoh bagi sekolah lain dalam upaya mencegah perundungan ini, karena ini salah satu bentuk kenakalan remaja yang mengkhawatirkan ditengah masyarakat,” pungkasnya.

(Novita)

Iklan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini