Rekanan Diduga Oplos Besi Kerangka Bangunan Agar Dapat Untung Besar

0
90
Iklan

Lampung selatan Newsbin.Com – Entah apa jadinya bila fasilitas kesehatan yang setiap harinya didatangi masyarakat untuk berobat maupun rawat inap, memiliki bangunan yang tidak sesuai dengan spesifikasi. Newsbin Pada Selasa 26 Juli 2022.

Mungkinkah bisa di PHO jika matrialnya saja tidak sesuai spesifikasi seperti di ketahui besi kerangka bangunan menggunakan besi STJ bukan KS.

Kemungkinan ambruknya bangunan sangat mungkin bisa terjadi ketika fasilitas kesehatan/umum tersebut di bangun dengan mengunakan bahan oplosan yang kualitasnya rendah tidak sesuai SNI.

Salah seorang warga, berprofesi sebagai Tukang Bangunan yang enggan namanya disebutkan menilai Rehabilitasi Puskesmas Poned Tanjung Bintang diduga besi kerangka bangunannya dioplos,”ya bang gimana mau kuat kalau besinya saja racuk tidak sama ukuranya” tegasnya.

Hal ini disampaikannya saat Awak Media datang kelokasi dan meminta tanggapannya atas dugaan penggunaan bahan bangunan (besi) yang tidak sama akuran diameternya.

” Pengalaman Saya, mengerjakan rumah pribadi warga saja tidak pernah mencampur besi yang besar dengan yang kecil meskipun anggarannya minim. Apalagi bila anggaran miliaran rupiah, kekuatannya akan berkurang,” katanya sambil memperhatikan gambar bangunan dan foto besi yang digunakan.

Akan tetapi apa yang disampaikan tukang tersebut,berbanding terbalik dengan yang dikatakan Rian selaku pengawas lapangan dari pihak rekanan”sesuai dong..???kan dibesi juga ada tulisannya,” menjawab pertanyaan salah wartawan yang mengkonfirmasinya via WhatsApp.

Seperti diketahui, sempat viral di beberapa media online, rehabilitasi Puskesmas Poned Tahun Anggaran 2022 dengan sumber dana DAK dikerjakan oleh pihak rekanan CV. Razanaraghda.

Tanggal kontrak 21 juni 2022 (120 hari pelaksanaan) dengan nomor kontrak 1701/PBJ/Pren-T/Rehb-poned/DAK/Vl/2022, lokasi Tanjung Bintang dengan nilai kontrak Rp. 1.409.855.860,-.

Diduga, bahan bangunan yang digunakan tidak sesuai spesifikasi. Diantaranya besi. Yang mana semestinya mengunakan besi @16 mm, namun saat disigmat hanya menggunakan besi @14.5.mm. Belum lagi besi lainnya.

Pasir cor yang semestinya mengunakan pasir cor khusus namun ditemukan pasir bercampur tanah dan lumpur (pasir cadas). Batu split cor ukuran 1/2 pun bercampur abu batu, sehingga kuat dugaan pihak rekanan ingin ambil untung sebesar-besarnya tanpa menghiraukan kualitas dan kekuatan bangunan.

Pekerja atau para tukang yang bekerja pun tidak mengunakan perlengkapan K3 sebagaimana mestinya guna keselamatan para pekerja,dari hasil pantauan media yang turun kelokasi.

Tim/Red Newsbin

Iklan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini