Lapas Kotabaru Ciptakan Kelas Belajar Mandiri Bagi 30 Narapidana

0
161
Iklan

Kotabaru Newsbin.Com – Banyaknya narapidana yang buta huruf, membuat pemerintah untuk saling peduli terhadap sesama. Melalui Lembaga pemasyarakatan (Lapas) Kelas II Kotabaru, pemerintah mengharuskan melakukan pembinaan terhadap warga binaan berupa belajar membaca dan menulis layaknya pendidikan kejar paket A. Newsbin, Pada Sabtu, (01-10-2022).

Kapala Lapas (Kalapas) Kelas II Kotabaru Yosef Benyamin Yambise mangatakan, belajar mengajar yang terhimpun dalam program ‘Kelas Belajar Mandiri / Kampus Biro Saijaan’ Lapas Kotabaru mulai dilaksanakan pada Kamis (29/09) dan dalam tahap awal ini akan diadakan rutin setiap hari selam 1 bulan.

“Hari ini kami membuka kelas belajar mandiri bagi yang buta aksara”, ujar Yosep.

Dikatakannya lagi, warga binaan/narapidana lapas itu sejak sebelum masuk ke lapas memang belum bisa baca tulis sama sekali, baik huruf maupun angka, bahkan ada yang tidak bisa berhitung.

Sedikitnya 30 warga biaan mendapatkan pelajaran, dimana tenaga pengajarnya merupakan warga binaan yang punya basik guru serta dari para petugas lapas.

Kedepan lanjut Yosef, kita akan berkoordinasi dengan dinas pendidikan Kabupaten Kotabaru untuk membuka pelajaran kejar paket A, B dan C agar warga binaan lapas dapat memiliki ijazah baik SD, SMP maupun SMA.

Selain baca tulis juga ada binaan belajar menulis Al-Qur’an, maulid Habsyi, pengajian dan kemandirian-kemandirian keprib lainnya seperti, bengkel, mebel, sasirangan, menjahi, hidroponik dan lain.

Di akhir ungkapnya, Yosef berharap agar seluruh narapidana yang sedang menjalani hukuman, setelah keluar nantinya minimal dapat membaca dan menulis dengan lancar.

“Kita harapkan mereka dalam mejalani binaan setelah keluar mereka sudah bisa baca tulis”, tutu PP Yosef berharap.

Hali buta huruf di lapas Kotabaru diakui olah seorang narapidana berinisial M (45) asal Banjarmasin Seorang narapidana yang sudah mejalani hukuman hampir 3 tahun bahwasanya dirinya tidak dapat membaca dan menulis sejak sebelum menjadi narapidana atas kasus narkoba.

Hal senada diakui oleh narapidana berinisial R asal Banjarmasin yang dari awal tidak bisa baca tulis. Ungkapan rasa senang pun terucap olehnya, setidaknya ia nantinya dapat membaca dan menulis dengan lancar.

“Sukur Alhamdulillah lapas memberi kita untuk sekolah sekira kaina ulun Kawa membaca”, ungkap singkatnya menggunakan bahasa daerah / Banjar.

Tim Newsbin

Iklan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini