Polres Bersama Bupati Kotabaru Gelar Konferensi Pers Gabungan Terkait Bencana Longsor Di Sungai Durian

0
80
Iklan

Kotabaru Newsbin.Com – Polisi Resort (Polres) Kotabaru mengadakan konferensi pers bersama Bupati, DPRD, Kodim, dan Lanal tentang kegiatan penertiban aktivitas penambangan emas ilegal dan kemanusian tanah longsor yang terjadi pada Senin (26/09) malam sekitar pukul 23:00 Wita di Desa Buluh Kuning, Kecamatan Sungai Durian, Kabupaten Kotabaru Kalimantan Selatan. Newsbin, Pada Selasa, 11/10/2022.

Hadir yang dilaksanakan pada Senin (10/10) di Oproom Setda Kotabaru, Bupati Kotabaru, Ketua DPRD, Kapolres Kotabaru, Lanal, Kodim 1004/Kotabru Waka Polres Kotabaru, Kasat Reskrim Polres Kotabaru, Kasat Narkona Kotabaru, Anggota Polres Kotabaru, dan SKPD Kotabaru.

Dalam kesempatannya Bupati Kotabaru, H. Sayed Jafar Alaydrus, SH mengatakan, dan bahwasanya dibalik tragedi tanah longsor di Sungai Durian ditemukan petugas ada beberapa tindakan yang melanggar hukum.

Hal ini kenyataan dan ada barang bukti hasil investigasi Tim Polres dan TNI saat berada di lokasi. Musibah tanah longsong di Kura-kura menelan korban sedikitnya 9 (sembilan) orang ditemukan dalam keadaan meninggal dan 2 (dua) orang lainnya belum ditemukan.

Alasan Pemerintah bersama TNI/ Polri melakukan penertiban lokasi dikarenakan efeknya yang sangat besar. Sebagaimana di hadapan forkopimda terdapat barang bukti berupa senjata api laras panjang rakitan, sabu-sabu, dan obat-obatan lainnya.

“Disana adalah tempat mafia di sana bukan untuk mencari rejeki. Pemerintah meinstruksikan untuk menutup/tidak ada lagi tambang tambang liar di Desa tersebut, dan untuk menghindari jumlah korban yang banyak lagi,” singkat Bupati menjelaskan.

Kapolres Kotabaru AKBP H.M. Gafur Aditia Siregar S.I.K mengungkapkan ucapan terima kasih kepada Bupati Kotabaru, Ketua DPRD, Kasdim, dan Laksa atas nama Kapolda Kalimantan Selatan, Pemkab Kotabaru yang mendukung Konferensi Pers Kegiatan Kemanusian Penanganan Tanah Longsor, dan penertiban aktivitas Penambangan emas ilegal di Kecamatan Sungai Durian.

“Hari ini kita dapat membuktikan bahwa apa yang dikatakan oleh orang- orang itu memang benar adanya, akibat pertambangan emas ilegal terjadi peredaran sabu- sabu, obat – obatan, jamu aborsi, perjudian, prostitusi, penggunaan senjata rakitan laras panjang, semurai, pisau, premanisme pembunuhan, dan lain sebagainya,” Ungkapnya.

“Terkait kegiatan kemanusiaan yang dilakukan tujuannya untuk menyelamatkan warga di Gunung Kura-Kura baik yang ada di atas maupun yang ada di bawah (tertimbun),” Pungkas Kapolres.

Red Newsbin

Iklan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini