Polres Barito Selatan Ungkap Kasus Penggelapan CPO

0
128
Iklan

BUNTOK, Newsbin.Com – Jajaran Polres Barito Selatan berhasil mengungkap kasus penggelapan crude palm oil atau CPO di pelabuhan Jelapat, Buntok. Pada Rabu (19/10/2022) sekitar pukul 06.00 WIB.

Hal tersebut disampaikan Kapolres Barsel AKBP Yusfandi Usman, S.I.K,. M.I.K. didampingi Kasat Reskrim IPTU M. Saladin, Kasi Humas Polres Johana dan perwakilan perusahaan saat press release pengungkapan kasus. Newsbin, PadaSelasa (01/11/2022).

Terduga sebagai tersangka merupakan supir truk berinisial HS (42) warga Jelapat, Kecamatan Dusun Selatan.

“Pelaku telah kita tangkap dan ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penggelapan CPO atau minyak sawit mentah,” kata Yusfandi Usman.

Ia membeberkan kronologis kejadian berawal saat transporter menerima laporan dari pengawas dilapangan bahwa truk tangki KH 8505 D dikemudikan tersangka bermuatan minyak CPO bercampur dengan air.

Karena minyak CPO bercampur dengan air tidak dibongkar. Kemudian saksi bernama Asrul Makri Marbun melaporkan ke pihak Polres Barsel. Menindaklanjuti laporan tersebut, sambung dia, dan pihaknya bersama tim teknis dari perusahaan PT RMJ melakukan pengecekan minyak CPO dalam truk tangki tersebut.

“Berdasarkan hasil pengecekan bahwa minyak CPO benar bercampur dengan air,” beber dia.

Tersangka pun langsung dibawa ke Polres serta mengambil sampel muatan truk, dan dilakukan pemeriksaan.
Ia menyampaikan berdasarkan pengakuan tersangka bahwa minyak CPO hasil penggelapan disimpannya di dalam gudang bekas AMP PT CLA di Desa mangaris, Kecamatan Dusun Selatan.

“Kita berhasil mengamankan sebanyak 2 ton minyak CPO hasil penggelapan tersangka,” bebernya.

Adapun barang bukti yang turut diamankan 1 unit truk CPO PT RMJ berisi 7 ton minyak CPO, dan 1 ton campuran air dengan 3 plastik deterjen merk rinso.

Kemudian 2 ton minyak CPO, dan 2 mesin pompa robin warna kuning, dan 1 selang spiral warna biru hitam sepanjang kurang lebih 4,15 meter, satu selang spiral tersambung dengan pipa paralon panjang 6,80 meter dan 3 bungkus plastik bekas rinso.

“Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya tersangka dijerat dengan pasal 372 KUHPidana dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara,” pungkasnya.

(Herman)

Iklan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini