Kades Gunung Ulin Berharap Bekas Galian Pipa PDAM Dikembalikan Seperti Semula

0
20
Iklan

Kotabaru Newsbin.Com – Kepala Desa (Kades) Gunung Ulin, Muhammad Penganten mengajak warganya untuk duduk bersama dalam rangka rapat koordinasi (Rakor) membahas galian tanah jalur pipa PDAM yang melintas jalan masyarakat. Newsbin, Pada Selasa, (22/11/2022).

Sebagai dasar Kades mengadakan rakor semata-mata mengantisipasi gejolak warga, terutama yang terdampak langsung dengan galian yang menghalangi akses jalan keluar masuk ke rumah masing-masing warga, dan karena galian yang dimaksud melewati bahu jalan masyarakat tepat di depan rumah warga.

Oleh karena itu, Muhamad Penganten mewakili masyarakat mengatakan, bagaimanapun kita harus mendukung program pemerintah, namun selain itu ia berharap kepada kontraktor yang menangani pekerjaan penggalian agar tanah bekas galian pipa PDAM itu nantinya dikembalikan sebagaimana sedia kala, dan termasuk yang awalnya cor dikembalikan dengan cor pula.

“Begini asalnya, seperti ini pula kembaliannya” Pinta Kades sambil memperlihatkan kepada hadirin beberapa foto depan rumah-rumah warga yang nantinya akan menjadi jalur galian pipa PDAM itu.

Penganten pun berpesan kepada kontraktor agar selalu berkoordinasi dan komunikasi dengan baik sejak sebelum, saat, maupun usai pekerjaan, dan baik dengan pemerintah desa maupun dengan masyarakat pada umumnya.

“Tolong kontraktor jangan sampai waktu masuk bagus tapi setelah selesai gak enak di kampong, datang baik pulang juga harus baik”, lanjut Kades berharap.

Menanggapi hal itu, PT. Putra Kalimantan Bersatu selaku kontraktor pelaksana pekerjaan melalui bagian Manager Projek, Adi, menyatakan bahwa apa yang menjadi antisipasi masyarakat sudah masuk dalam programnya.

Adi menyatakan akan berusaha mengembalikan kondisi tanah bekas galian seperti semula. Ia pun menyatakan kalau untuk mengembalikan 100% itu tidak mungkin, karena selaku manusia pada umumnya yang tidak mungkin akan sempurna sepenuhnya.

“Komitmen kami mengenai pengembalian kondisi hasil galian kita lakukan semaksimalnya, kemungkinan kalau 100% kita tidak bisa, ya paling tidak mendekati”, jelas Adi.
Mengenai metode pengembalian tanah, lanjut Adi, itu tidak mungkin dapat dilaksanakan dengan satu hari selesai, karena memerlukan proses.

Beberapa waktu akan upayakan. Yang namanya sudah digali pasti menjumpai masa amblas, baru kemudian dipadatkan lagi sampai betul-betul tidak amblas, dan barulah dikembalikan seperti kondisi awalnya.

“Yang awalnya semen ya kita kembalikan dengan semen lagi/cor. Untuk yang awalnya tanah kita kembalikan diurug dengan baskos supaya tidak becek” tambah Adi meyakinkan warga.

Di akhitr ungkapnya, Adi menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh warga yang terdampak langsung, dan masyarakat pengguna jalan pada umumnya atas terganggunya semantara waktu akibat pekerjaan galian pipa dimaksud.

“Mohon maaf kepada masyarakat, kemungkinan selama adanya pekerjaan ini masyarakat akan terganggu”, tutup Adi.

Rakor yang di gelar pada Selasa (22/11) di Aula kantor Desa Gunung Ulin, Kecamatan Pulaulaut Utara, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, juga di hadirkan pihak-pihak terkait seperti : kontraktor, PDAM, Dinas PUPR termasuk dari pihak keamanan yakni Koramil dan Polsek. (rzq).

Red Newsbin

Iklan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini