Sengkarut Lahan Galian Tanah Sejin Berlanjut, Mulai Dari Arogansi Pengawas Kepada APH Sampai Kejelasan Ijinnya

0
138
Iklan

LEBAK Newsbin.Com – Setelah merebaknya berita sengketa batas, dan pengrusakan lahan serta pengangkutan material tanah tanpa ijin pemilih lahan di lokasi galian tanah Sejin di Desa Citeras, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, ternyata masih berlanjut ke hal lain. Newsbin, Pada Jum’at, (20-01-2023).

” Setelah membuat laporan polisi, pihak Polres Lebak melakukan cek TKP Dugaan pencurian tanah, dan pengrusakan patok yg berada di Desa citeras, sekitar pukul 11.30, Kami selaku korban / pelapor diminta untuk menunjukkan lokasi tanah yang dikeruk, dan lokasi patok yg dirusak,” ungkap Kuasa Hukum dari PT.Aplus , Jimi Siregar, kepada media ini, Jumat (20/01/2023).

Pada saat di lokasi , lanjut pengacara, menyatakan ada terdapat 6 escavato,r dan sekitar 10 Dump truk pengangkut tanah.

Selesai memeriksa lokasi, dan meminta data escavator, dan operator, sekitar pukul 11.50, kami dan penyidik polres hendak balik, pada saat menuju mobil, penyidik polres memfoto plat mobil tronton pengangkut tanah, dan logo yang ada pada mobil yang tertera atas PT. Pancur Gading Sejahtera, namun tiba-tiba datang seseorang dari mobil Toyota Rush putih, plat B 1104 VFY, dengan nada tinggi, dan terkesan tidak terima atas kegiatan olah TKP.

” Pada saat itu ada orang yang datang itu menanyakan kenapa mobil difoto-foto. Dan ketika ditanya balik emang kenapa, orang tersebut menjawab kenapa mobil difoto, dan kemudian ketika ditanya kamu siapa, dan nama siapa, tidak mau menjawab, dan kemudian hendak pergi menaiki mobilnya,” ungkap Jimi.

” kemudian orang tersebut belakangan dikenal bernama Sumarna atau Datuk , penduduk Binong, Desa Citeras, yang merupakan pengawas galian tanah, Datuk ini sempat mengeluarkan kata-kata ngapain Krimum ( Kriminal Umum Polres.red) kesini, ini kan ranahnya Krimsus. Padahal saat itu anggota Polres Lebak Unit Krimum, datang ke lokasi atau TKP atas adanya laporan dugaan tindak pidana umum berupa pengrusakan tanda batas, dan pencurian tanah,” bebernya.

Menurutnya, pada saat di TKP juga sudah dilayangkan panggilan kepada penanggung jawab lapangan saudara Saca.

Saat dicek ke lapangan kepada pihak yang melakukan pengerukan lahan tersebut terlihat masih ada aktifitas walau tidak seramai sehari sebelumnya. Malah ada perbincangan desas desus antar warga yang ada di dekat lokasi tersebut, disinyalir lahan, dan proyek galian tanah di lokasi industri Sejin ini tidak ada ijinnya, dan berharap pihak yang berwenang terhadap hal itu segera turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan kebenarannya, dan melakukan tindakan tegas tanpa pandang bulu.

MOI Lebak –Shandy

Iklan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini