Diduga kuat Project Islamic Center Lampung Tengah jadi Ladang KKN !! Dikerjakan Asal Asalan.

0
447
Iklan

Lampung Tengah Newsbin.Com LSM NGO JPK ( Jaringan Pemberantasan Korupsi ) Koorda Lampung Tengah, segera akan melakukan tindakan untuk melaporkan Pihak yang terkait yaitu pihak rekanan ( Kontraktor ) PT. Bumi Perkasa Kalipancur yang diduga kuat telah melakukan KKN atas project pembangunan Islamic center Lanjutan Tahap satu Lampung tengah TA.2022. dengan anggaran Rp.15,604.491.000.- milyar. Newsbin, pada Rabu, 12/04/2023.

Baru tiga bulan (Desember 2022) pembangunan Islamic center lanjutan tahap satu selesai, namun NGO JPK (Jaringan Pemberantasan Korupsi) Koorda Lamteng banyak menemukan dugaan pembangunan yang tidak sesuai dengan yang diharapkan masyarakat Lamteng dan terkesan dibangun asal asalan. Hal ini akan jadi temuan, tambahan data untuk melaporkan ke APH, dan BPK agar segera dilakukan audit ulang dan pemeriksaan terhadap pihak pihak yang terkait.

“Memang benar, pembangunan Islamic center tersebut menjadi sorotan khusus NGO JPK Koorda Lamteng. Namun Pihak terkait mengabaikan peran kami sebagai social control, beberapa kali diminta klarifilasi langsung, selalu menghindar dengan berbagai alasan. Ya sudah, yang penting uncu sudah mengingatkan,” Ungkap Uncu Wenda.

Sebelum melakukan crosscheck ke lokasi project Islamic center Lamteng, tgl 21 Maret 2023 Uncu Wenda menemui bapak Veny Libriyanto Kadis Perkim dirumah dinas untuk minta klarifikasi tentang hasil dari Pembangunan Project tersebut. Beliau menyatakan bahwa pekerjaan pembangunannya sudah selesai, dan sudah sesuai kontrak, di izinkan untuk check sendiri. dan untuk keterangan lebih lanjut diminta klarifikasi langsung ke pihak rekanan.

Untuk membuktikan kebenaran keterangan Kadis Perkim Lampung tengah. Pada tgl 31 maret 2023, Uncu Wenda bersama Team melakukan Investigasi langsung ke Lokasi project yang gerbangnya terkunci rapat, memberi kesan pihak luar dilarang masuk. Hal itu manambah penasaran untuk mencari tahu ada apa ?

Akhirnya NGO JPK berhasil masuk lokasi project dan melakukan cross check dengan membuat dokumentasi video dan photo hasil akhir dari pembangunan project Islamic center TA. 2022 sebagai alat bukti tambahan.

Sungguh mengejutkan dan tidak percaya dengan kenyataan yang ditemukan dilokasi.

  1. Embung ( Resapan Air ) diduga kuat belum selesai, hanya nampak seperti galian kolam ikan Lele. Dinding kolam tidak dibeton dengan pondasi batu.
  2. Atap gedung yang memakai baja ringan sudah bocor membanjiri lantai dua yang masih seperti bangunan awal TA. 2017.
  3. Tangga tangga masih seperti bangunan awal TA. 2017
  4. Kamar mandi/ tempat wudhu belum selesai, sebagian masih bata merah dan belum di plaster.
    Hanya bagian dinding depan yang nampak bagus dari kejauhan ( istilah Beli Mata ).

Dari kasat mata orang awam sudah dapat memperkirakan berapa uang yang dihabiskan untuk membangun Islamic center lanjutan tahap satu TA. 2022 tersebut. Diduga kuat pihak
rekanan mengeruk keuntung sangat besar dengan hasil pengerjaan project yang terkesan asal asalan.

Semua dapat dilihat dan dibuktikan dari rekaman video dan photo photo yang didapatkan sebagai alat bukti tambahan. Kali ini NGO JPK akan mengambil sikap tegas untuk melaporkan temuan ini ke APH. Dan akan mendesak BPK ( Badan Pemeriksa Keuangan ) untuk melakukan audit ulang ( Kadis pernah mengatakan bahwa sudah di audit BPK ) dan NGO JPK Siap akan mendampingi dan mengawal.

“Temuan ini sudah Final, alat bukti sudah sangat lengkap. Biarkan mereka jelaskan langsung ke APH. Tugas saya sebagai Sosial control sudah maximal. saya akan koordinasi dengan beberapa pihak, Insya Allah, sehabis lebaran dulu,” Jelasnya lugas, dan tegas.

Trimo Riadi Newsbin.

Iklan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini