Dukung Pemerintah Kotabaru, PT. ITP Tarjun Turunkan Angka Stunting.

0
282
Iklan

Kotabaru Newsbin.Com – PT Indocement Tunggal Prakarsa (ITP) Tbk Plant Tarjun berikan bantuan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk Balita Stunting & Ibu Hamil Resiko Stunting Di Desa Mitra, Rabu 26 Juli 2023 di Club House Indocement Tarjun. Newsbin, pada Senin 31/07/2023.

Kegiatan ini dihadiri Ketua TP PKK Kotabaru Hj. Fatma Idiana Sayed Jafar, Camat Kelumpang Hilir, Ketua PKK, Puskesmas Kelumpang Hilir & Hulu, BKKBN setempat, Management ITP, IMI, SP ITP dan Seluruh Perwakilan Kader Posyandu di Desa Mitra.

Bantuan PMT yang di berikan sebanyak 38 orang penerima manfaat, 19 org Balita Stunting dan 19 org ibu hamil Resiko Stunting untuk 9 Desa mitra ITP.

Ketua TP PKK Kabupaten Kotabaru, Hj. Fatma Idiana Sayed Jafar menyampaikan dalam rangka upaya percepatan dan pencegahan stunting, pemerintah saat ini harus berupaya untuk mencapai target penurunan prevalensi stunting maksimal 14% pada tahun 2024 mendatang.

Penurunan stunting memerlukan intervensi yang terpadu, mencakup intervensi gizi spesifik dan intervensi gizi sensitif. Salah satunya intervensi gizi spesifik adalah menyediakan PMT berbahan dasar lokal.

Pelatihan hari itu sebagai salah satu rangkaian kegiatan ulang tahun PT. ITP ke-48 adalah salah satu sara yang tepat untuk membantu kader dalam mendapatkan pengetahuan tentang cara pembuatan dan kreasi tentang makanan tambahan.

“Selain itu pula memberikan motivasi dan inisiatif bagi ibu untuk membuat dan mengkreasikan makanan untuk anak sehingga kemauan anak untuk makan jadi meningkat. Disamping itu kebutuhan gizi seimbang anak dapat terpenuhi,” tutur Hj. Idiana

Tak Hanya itu, dalam rangkaian kegiatan HUT ITP yang ke – 48 ini melalui program CSR indocement gelar pelatihan PMT berbahan pangan lokal yang diikuti sebanyak 30 peserta kader posyandu di desa mitra yang langsung diberikan oleh instruktur dari tim gizi dari puskesmas ke lempang hilir serta chef dari Indocement.

PMT berbahan pangan lokal merupakan salah satu strategi penanganan masalah gizi pada balita gizi kurang dan ibu hamil Kekurangan Energi Kronis (KEK). PMT tersebut perlu disertai dengan edukasi gizi dan kesehatan untuk perubahan perilaku misalnya dengan dukungan pemberian ASI, edukasi dan konseling pemberian makan, higiene sanitasi untuk ibu, pengasuh dan keluarga.

Kegiatan PMT berbahan pangan lokal diharapkan dapat mendorong kemandirian keluarga dalam penyediaan makanan bergizi dengan memanfaatkan potensi pangan lokal secara berkelanjutan.

Sementara , Plt Camat Kelumpang Hilir dan Kelumpang Hulu, Saiful Rakhman, SE berharap hal itu menjadi program yang berkelanjutan, dimana dengan adanya progam yang diadakan oleh PT. ITP serta dapat bisa menekan angka stunting khususnya di wilayah Kabupaten Kotabaru sesuai pesan Bupati.

Dalam kesempatan yang sama, General Manager Plant 12 Tarjun Agus Fahri Rasad melalui SHCSR Department Head Indocement Plant Tarjun, M. Syaifuddin menyampaikan dalam rangkaian kegiatan HUT ITP ke 48 ini melalui program “INDOCEMENT BAIK” ini adalah wujud bentuk kepedulian perusahaan dalam upaya mendukung pemerintah dalam percepatan penurunan angka stunting.

Bantuan itu juga merupakan hasil donasi dari karyawan indocement tarjun yang di berikan dalam bentuk paket gizi untuk balita stunting & ibu hamil resiko stunting. Kegiatan ini juga sejalan dengan Program SDG’s No.3, Pilar Kesehatan yaitu menjamin kehidupan yang sehat dan mendorong kesejahteraan bagi semua orang di segala usia.

Indonesia mempunyai masalah gizi yang cukup berat yang ditandai dengan banyaknya kasus gizi kurang pada anak balita, usia masuk sekolah baik pada laki- laki dan perempuan. Masalah gizi pada usia sekolah dapat menyebabkan rendahnya kualitas tingkat pendidikan, tingginya angka absensi dan tingginya angka putus sekolah.Malnutrisi merupakan suatu dampak keadaan status gizi baik dalam jangka waktu pendek maupun jangka waktu lama.

Stunting adalah salah satu keadaan malnutrisi yang berhubungan dengan ketidakcukupan zat gizi masa lalu sehingga termasuk dalam masalah gizi yang bersifat kronis. Stunting diukur sebagai status gizi dengan memperhatikan tinggi atau panjang badan, umur, dan jenis kelamin balita. Kebiasaan tidak mengukur tinggi atau panjang badan balita di masyarakat menyebabkan kejadian stunting sulit disadari ,Hal tersebut membuat stunting menjadi salah satu fokus pada target perbaikan gizi di dunia sampai tahun 2025.

Reporter:Rzq

Iklan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini