Mempertahankan Lapangan Bola, Lima Warga Belilas Dilaporkan Ke Polisi

0
47
Iklan

Inhu Newsbin.Com – Persoalan lapangan sepakbola Belilas di Kelurahan Pangkalan Kasai, Kecamatan Seberida semakin memanas dengan saling lapor Polisi. Polda Riau dan Polres Indragiri Hulu (Inhu) serius menangani masalah lapangan bola tersebut. Newsbin, pada Jum’at, 8 September 2023.

Aliansi Masyarakat Penyelamatan Aset Daerah (Ampad) melaporkan Sekretaris Daerah Inhu Ir Hendrizal ke Polda Riau. Kemudian seorang warga bernama Abdul Musaka yang mengguat lapangan bola melaporkan lima orang warga Belilas ke Polres Inhu.

Ampad melaporkan Sekda Inhu Ir Hendrizal ke Polda Riau lantaran diduga menerbitkan surat keterangan bahwa lapangan bola Belilas yang sebelumnya dibangun Pemkab Inhu menggunakan APBD tidak termasuk aset daerah. Surat Sekda Inhu ini diduga menjadi penyebab seorang warga Abdul Musaka menggungat sejumlah warga Belilas ke Pengadilan Negeri Rengat hingga ke Mahkamah Agung RI untuk menguasai lahan lapangan bola tersebut.

Tidak sampai disitu, Abdul Musaka pun melaporkan lima orang warga Belilas ke Polres Inhu karena diduga mengancam pihak Abdul Musaka ketika ingin menguasai lapangan bola Belilas pascaeksekusi lahan oleh Pengadilan Negeri Rengat.

Kasat Reskrim Polres Inhu AKP Agung Rama Setiawan dikonfirmasi menerangkan ada lima orang warga Pangkalan Kasai dilaporkan Abdul Musaka ke Polres Inhu. Lima orang warga ini dilaporkan atas dugaan pengancaman.

“Laporan ini kita tindaklanjuti. Sudah memanggil beberapa orang terlapor untuk dimintai keterangan,” sebutnya.

Salah seorang warga yang dilaporkan Tanto dikonfirmasi menanyakan bahwa dia dan warga lainnya tidak pernah melakukan pengancaman terhadap pihak Abdul Musaka. Mereka hanya menanyakan legatitas kepemilikan lahan Abdul Musaka pada saat mempertahankan lapangan sepak bola dan aset Pemkab Inhu yang ada di lapangan tersebut bersama ratusan warga lainnya.

“Saat itu pihak Abdul Musaka datang membawa alat berat. Warga datang beramai ramai ke lapangan bola. Kami hanya mempertanyakan surat tanah Abdul Musaka saja. Kami yang seharusnya merasa terancam karena pihak Abdul Musaka membawa alat berat membawa oknum aparat TNI dan kami sempat adu mulut dengannya di lapangan bola saat itu. Kami yang terancam, tapi kami yang dituduh mengancam dan dilaporkan ke Polres Inhu,” ungkap Tanto.

Sebelumnya, pada Selasa, (5/9). Penyidik Polda Riau turun ke lapangan Sepakbola Belilas. Dalam penyelidikan itu turut hadir Sekda Inhu Ir Hendrizal dan beberapa aparat Pemkab Inhu.

Tim Polda Riau mulai melakukan penyelidikan menindaklanjuti laporan Aliansi Masyarakat Penyelamat Aset Daerah (Ampad) terkait putusan pengadilan terhadap lapangan bola Belilas yang melibatkan sebagai terlapor Sekda Inhu Ir Hendrizal.

Red Newsbin.

Iklan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini