Anggota DPRD Kotabaru (Roby) Kecewa Dengan Penetapan UMK Tertinggi di Kotabaru

0
89
Iklan

Kotabaru newsbin.Com – Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor (Paman Birin) pada Kamis (30/11) kemarin telah menetapkan sekaligus menandatangani UMK Kotabaru tahun 2024 sebesar Rp. 3.420.661,- atau naik Rp. 138.980,- dari nilai UMK Tahun 2023 sebesar 3.293.371, sesuai amanah PP51/2023. Newsbin, pada Senin 04/2023.

Anggota DPRD dari Partai Perindo, Rabbiansyah, S.Sos menilai kenaikan yang diusulkan Bupati Kotabaru jauh di bawah dari nilai kenaikan UMP KalSel 2024 sebesar 4,22%, sedangkan nilai kenaikan UMK kotabaru di bawah 3,8% saja, sesuai mekanisme perhitungan PP 51/2023 yang di jalankan Dewan Pengupahan Kotabaru.

Tokoh pemuda yang akrab dengan sapaan Roby itu mengaku kecewa, “jujur saya pribadi sebagai Anggota DPRD Kotabaru dan bagian orang yang melahirkan UMK Kotabaru perjuangan 2011 sampai 2015 dan lahir 2016 merasa kecewa, buruh kecewa karena formula kenaikan upah ini, memang Disnaker, Dewan Pengupahan Kabupaten serta Bupati Kotabaru tidak bisa disalahkan”, ungkap Roby.

Mengingat, lanjut Roby, produk hukum (PP51/2023) merupakan produk dari pusat, di bawah hanya menjalankan, walau lepas dari rekomendasi aliansi Serbusaka serta diamini DPRD Kotabaru kenaikan sebesar 12% sampai dengan 15%, padahal kenaikan UMK 12% s/d 15% itu betdasarkan Kebutuhan Hidup Layak (KHL).

“Kecewa pasti kecewa, karena gubernur menanda tangani SK kenaikan upah di bawah dari harapan kita semua, dan perlu di garis bawahi UMK Kotabaru terlihat lebih tinggi se KalSel kan memang KHL buruh Kotabaru memang lebih tinggi dari kabupaten lain, KHL kan ada 60 komponen di dalamnya, berapa harga beras, berapa harga gula, BBM, sandang, pangan semua di hitung,” lanjutnya

Dari data itu memang ada kenaikan kebutuhan pokok kisarannya mencapai 12 hingga 15%, sedangkan UMK hanya naik 3,8% maka bisa-bisa buruh Kotabaru akan terkendala lagi dalam pemenuhan kebutuhan hidup layaknya, belum lagi mau cerita soal bagaimana kuliah anak buruh, bagaimana memenuhi kesehatan dan lain-lainya.

” Jadi upah di kabupaten lain lebih rendah ya karena KHL di sana lebih rendah, kalo kita lebih tinggi ya karena KHL kita di Kotabaru memang lebih tinggi, semua karena letak geografis kita kepulauan dan Kabupaten terluas se KalSel”, tutup Roby.

rzq

Iklan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini