Sambut HAKS, Kotabaru Gelar Sosialisasi Anti Korupsi

0
73
Iklan

Kotabaru Newsbin.Com – Dalam rangka menyambut Hari Anti Korupsi Sedunia (HAKS) tahun 2023, Pemerintah Kabupaten Kotabaru melalui Inspektorat pada Rabu (06/12) menggelar sosialisasi anti korupsi dan pengendalian gratifikasi berlangsung di Ballroom, Hotel Grand Surya Kotabaru. Newsbin, pada Kamis, 7 Desember 2023.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Kotabaru, Andi Rudi latif,SH, dihadiri Forkopimda, Asisten Setda, Kepala SKPD, dan Camat.

Orang yang akrab dipanggil Bang Arul mengatakan dirinya menyambut baik dan ucapan terimakasih kepada Inspektorat atas terselenggaranya sosialisasi. Upaya pemberantasan korupsi tidak cukup hanya dengan membuat peraturan perundang-undangan saja namun yang lebih penting adalah membangun mental orang-orang yang dapat membarantas korupsi sendiri.

“Saya menyambut baik dan menyampaikan terima kasih kepada inspetorat kabupaten kotabaru yang menyenggarakan kegiatan sosialisai ini,” Katanya.

“Sosialisasi ini bukan hanya sebatas seremonial, Lanjut Wakil Bupati, akan tetapi merupakan komitmen untuk dijadikan satu institusi yang memiliki tata kelola pemerintah yang baik. Oleh karenanya diharapkan peserta akan dapat memperoleh informasi yang komprehensif mengenai anti korupsi sehingga mampu menjadi landasan untuk dapat meningkatkan integritas dan bersinergi untuk bersama-sama melawan korupsi,” Ungkapnya.

“Semoga apa yang disampaikan pada kegiatan ini dapat menambah pengetahuan kita bersama khususnya, kita semua berkometmen untuk cegah “KORUPSI”, Tegasnya Arul lanjutnya.

Sementara itu Kepala Inspektur Kotabaru, H. Ahmad Fitriadi Fazriannoor, mengatakan korupsi merupakan suatu tindakan merusak atau mengahncurkan yang dilakukan dengan tujuan untuk keuntungan pribadi atau orang lain.

Praktek-praktek korupsi seperti penyuapan, pemasaran, gratifikasi, hingga penyalahgunaan wewenang masih rawan terjadi di Kementrian/Lembaga/Pemerintah Daerah yang dalam pelaksanaan tugas bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Hasil survey Transparency International mencatat indeks persepsi korupsi indonesia pada tahun 2022 tercacat 34, dan berada pada peringkat ke 110 dari 180 negara yang disurvei. Skor ini memburuk empat poin dari tahun 2021 yang berada pada skor 38.

Indonesia hanya mampu menaikan skor IPK sebanyak 2 poin dari skor 32 selama 1 dekade terakhir sejak tahun 2012. Penurunan tertajam terjadi pada indikator korupsi sistem politik, konflik kepentingan antara politisi dan pelaku suap, serta suap untuk izin ekspor-impor.

IPK ini merupakan indikator komposit untuk mengukur persepsi korupsi sektor publik pada skala 0 (sangat korup) hingga 100 (sangat bersih) di 180 Negara, dan wilayah. Indeks ini berdasarkan kombinasi dari 13 survei global serta penilaian korupsi menurut persepsi Pelaku Usaha, dan penilaian ahli sedunia sejak tahun 1995.

“Berdasarkan hasil survei penilaian integritas pada tahun 2021-2022, indeks integritas nasional indonesia masih pada posisi “rentan” korupsi. Korupsi masih menjadi tantangan bersama dalam beberapa dekade mendatang. Survei Penilaian Integritas (SPI) dibangun untuk memetakan risiko korupsi dan kemajuan upaya pencegahan korupsi yang dilakukan Kementerian/Lembaga/Pemerintah Daerah,” Beber Fitriadi.

Rzq.

Iklan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini