Saat 1.378 Hektar Lahan Pertanian di Barsel Sempat Terndam Banjir, Ini Penjelasan Dari Ida Safitri, Kepala DKPPP Barito Selatan :

0
19
Iklan

Buntok Newsbin.Com – Pemerintah Kabupaten Barito Selatan melalui Ida Safitri, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKPPP) mengatakan, “Ada sebanyak 1.378 hektar lahan Pertanian sempat terendam banjir selama beberapa hari,” Ungkapnya. Newsbin, pada Selasa, 6 Februari 2024.

Dikatakannya, lahan tersebut adalah lahan musim tanam pada bulan Oktober – Maret (Okmar) pada tahun 2023/2024, lokasinya berada di 3 Kecamatan, antara lain adalah Kecamatan Gunung Bintang Awai, Kecamatan Dusun Utara, dan Kecamatan Dusun Selatan.

“Untuk Kecamatan Dusun Selatan, seluas lahan Pertaniaan sebanyak 500,24 hektare, Kecamatan Gunung Bintang Awai, seluas lahan pertanian sebanyak 295 hektare, dan Dusun Utara, seluas 540 hektare,” Ungkap Ida Safitri dirung kerjanya Selasa, (06/02).

Disebutnya, kenapa hanya 3 Kecamatan yang lahan Pertanianya terendam banjir, hal tersebut dikarenakan di Kecamatan lainya, seperti Kecamatan Karau Kuala, Dusun Hilir, dan Jenamas lahan Pertaniannya belum ditanami padi lantaran disana musim tanamnya adalah ASEP (April-September).

Ida Safitri juga mengatakan, lahan Pertanian di 3 Kecamatan dengan luas 1.378 hektar tersebut usia tanam padi rata-rata mencapai 100 hari, dan kondisi padi sedang bunting serta kita berharap mudah-mudahan padi dimaksud bisa terselamatkan, mengingat padi yang ditanam adalah padi bibit lokal yang tahan terhadap banjir.

“Langkah-langkah yang diambil dari DKPPP Barsel dalam menyikapi hal tersebut dengan data yang peroleh di lapangan, Pihak kami juga akan melakukan pendampingan, dan pengawalan pada Kelompok Tani dengan menurunkan PPL serta Petugas Organisme Pengganggu tanaman untuk melihat seberapa jauh kerusakan yang dialami akibat banjir tersebut,” Tambahnya Ida Safitri.

Demikian juga terkait seberapa banyak tanaman yang bisa kita pertahankan atau selamatkan, dengan perlakuan khusus seperti mengidentifikasi hama, dan penyakit tanaman yang bisa menyerang padi pasca banjir,” Jelasnya.

Kita berharap, dengan turunnya tim ke lapangan, bisa dituangkan ke dalam berita acara, sehingga nanti kita akan memperoleh data yang valid, kerusakan, gagal panen padi ada berapa hektar, tanaman, perkebunan lainya, dan berapa jumlah ternak warga akibat banjir.

Dikatakan Ibu Safitri juga di Tahun 2024 ini, DKPPP akan memberikan bantuan bibit, dan pupuk untuk para Petani, demikian juga dibidang Peternakan akan diberikan bantuan bibit ternak serta dibidang Perikanan juga diberikan bantuan bibit beserta alat tangkap ikan.

“Untuk bidang Peternakan, disediakan ada bibit ayam, bibit itik, dan bantuan bibit babi, namun untuk bibit babi kita akan melihat terlebih dahulu, mengingat peminatnya cukup banyak, sehingga  tahun 2024 perlu dilakukan identifikasi berdasarkan Proposal,” Pungkas Ida Safitri.

Herman S.

Iklan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini