Pemilik Rumah Geram Kepada Oknum Petugas PLN Yang Memutus Listrik Tanpa Disaksika Dan Konfirmasi Dahulu Kepada Pemilik Rumah

0
166
Iklan

Lebak Newsbin.Com – Pemilik rumah yaitu Pak Tamrin yang beralamat di Kp. Pasir Muncang Barat, Desa Sukatani, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak-Banten mengaku geram Kepada petugas PLN yang memutus Listrik tanpa adanya Konfirmasi terlebih dahulu kepada pemilik rumah, ia mengaku kesal Kepada petugas PLN yang tidak Konfirmasi terlebih dahulu kepadanya, sebelum memutus aliran listrik..Newsbin, Pada Rabu, 05 Juni 2024.

Pasalnya Pemilik rumah memang menunggak selama satu bulan, tetapi seharusnya prosedur yang diberikan tidak harus langsung memutus aliran listrik tetapi Jika pelanggan listrik pascabayar menunggak tagihan listrik selama sebulan, maka PLN akan menurunkan volume listriknya dan menurunkan daya MCB (Miniature Curcuit Breaker).

MCB ini sebagai alat pengaman saat terjadi hubungan singkat (konsleting) maupun beban lebih (overload).

Tamrin menuturkan, “Seharusnya pihak PLN atau yang bertugas Konfirmasi dahulu lah Kepada saya selaku pemilik rumah, kenapa main putus aliran listrik begitu saja, tanpa di saksikan oleh pemilik rumah. Saya akan melaporkan oknum petugas tersebut kepada pihak manager PLN,” Tutupnya.

Menurut UU No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dan UU No. 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan dan bagaimana upaya hukum yang dapat dilakukan oleh konsumen listrik bila terjadi pemadaman listrik sepihak oleh PT. PLN (Persero).

Dengan menggunakan metode penelitian yuridis normative disimpulkan: 1. Perlindungan Konsumen Listrik telah dilindungi oleh Pemerintah dalam Undang-Undang Nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dan dalam Undang-Undang Nomor 30 tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan. Dalam UU Perlindungan Konsumen disebutkan bahwa konsumen memiliki hak atas Kenyamanan, keamanan, dan keselamatan dalam mengkonsumsi barang dan/atau jasa.

Sementara dalam UU Ketenagalistrikan disebutkan bahwa konsumen berhak mendapatkan tenaga listrik secara terus menerus dengan mutu dan keandalan yang baik. Maka sudah merupakan kewajiban PT PLN (Persero) sebagai pemegang izin USAha penyediaan tenaga listrik, untuk menyediakan tenaga listrik yang memenuhi standar mutu dan keandalan yang berlaku.

Apabila pemadaman listrik yang terjadi kurang dari standar pelayanan yang telah ditetapkan oleh Pemerintah, konsumen berhak mendapat ganti rugi dari PT PLN (Persero). 2. Upaya awal yang dapat dilakukan konsumen apabila terjadi pemadaman listrik sepihak oleh PT PLN (Persero) adalah dengan memberikan pengaduan kepada PT PLN (Persero). Namun bila hasil upaya awal tersebut dirasa masih kurang memuaskan, konsumen dapat mengambil upaya hukum yakni penyelesaian sengketa melalui pengadilan atau diluar pengadilan berdasarkan pilihan sukarela para pihak yang bersengketa.

Petugas PLN yang memutus Listrik tersebut ketika di Konfirmasi melalui pesan Whatsapp sampai berita ini terbit tidak dapat di hubungi.

2 Nur.

Iklan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini