Ada Apa Dengan Konsultan Program Jides Pertanian..??? Kenapa Pekerjaan Dalam Pengalokasiannya Di Kab. Sukabumi Diduga Asal Asalan

0
199

Sukabumi Newsbin.Com – Dalam pekerjaan Program Jides Pertanian seharusnya benar-benar di kerjakan dengan maksimal, karena Program tersebut adalah salah satu Program Presiden Republik Indonesia, bukan Program Sumbangan dari Personal perorangan atau Yayasan yang bisa di kerjakan alakadarnya. Newsbin, pada Senin, 19 April 2021.

Padahal didalam Pedoman Umum Bansos Direktorat Jenderal Prasarana, dan Sarana Pertanian sudah dituangkan. Adapun besarnya bantuan untuk wilayah Jawa, dan Bali sebesar Rp. 1.000.000,-/ha, wilayah Sumatera, Sulawesi, dan NTB sebesar Rp. 1.100.000,-/ha, wilayah Kalimantan, Maluku dan NTT sebesar Rp.1.250.000,-/ha, sedangkan wilayah Papua sebesar Rp.1.500.000,-/ha. Kegiatan SID, Sosialisasi, Pembinaan, Monitoring dan Evaluasi dibiayai dari dana pendukung/sharing yang berasal dari APBD Provinsi atau APBD Kabupaten/Kota.

Dan ini Diduga minimnya pengawasan Konsultan Pekerjaan Program Jides Pertanian, yang dilaksanakan di Kp. Cikarae, Curug Pedes, Desa Cipamingkis, Kecamatan Cidolog, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, terkesan asal jadi. Padahal seharusnya sebagai PPL, KCD, sampai Konsultan mempunyai tujuan : 1. Meningkatkan kinerja jaringan irigasi tersier sehingga dapat meningkatkan fungsi layanan irigasi. 2. Meningkatkan produksi dan produktivitas padi melalui penambahan luas areal tanam dan/atau layanan jaringan irigasi. 3. Meningkatkan partisipasi petani dalam pengelolaan jaringan irigasi. Sebagaimana yang dituangkan di dalam “Pedoman Umum Bansos Direktorat Jenderal Prasarana, dan Sarana Pertanian”.

Sementara ini, Program Jides tersebut di bawah tanggung jawab Dinas Pertanian, walau itu masih tahap pengerjaan yang bersumber dana belum jelas, dikarenakan Newsbin tidak melihat, mendapatkan informasi dari siapapun, dan tidak ada Papan Imformasi sebagai keterbukaan publik. Menurut Pelaksana Program Jides, (Ketua Kelompok), “Perencanaan Pekerjaan Program ini di bawah pengawasan Konsultan Dinas Pertanian Kabupaten sebagai Konsultan, dan Konsultan tersebut tidak ada keluhan apa-apa, tanpa merinci volume di dalam kegiatan pengerjaan itu, dan bahan matrial yang di gunakan Proyek tersebut,” Ucap Rahmat Ketua Kelompok Tani.

Hasil pantauan Newsbin di lokasi Program Jides, selain pengerjaan yang terkesan asal asalan, Program Jides dengan pagu anggara sebesar Rp. 75.000.000,00, (tujuh puluh lima juta rupiah) saat di konfirmasi melalui telpon celuler KCD Pertanian Kecamatan Cidolog, dan Ibu Enna sebagai Kepala KCD Kecamatan Cidolog menjawab, “Terkait Perogram itu saya tidak ikut campur, itu di kerjakan Swakelola oleh Kelompok Tani,” Ujarnya.

Padahal sebagai Kepala KCD Kecamatan Cidolog seharusnya lebih mengetahui, karena mau seperti apapun, sebagai Kepala KCD Kecamatan Cidolog sangat berpotensi untuk mempertanggung jawabkan terkait dengan hasil kinerja PPL sebagai Pendamping Penyuluh Lapangan, dalam pelaksanaan Program Jides.

Salah satu warga yang tidak mau di sebutkan namanya mengatakan, “Tujuan pembangunan Irigasi cukup bagus bagi Pertanian, namun Program Jides yang dikerjakan pada saat ini terkesan asal jadi saja,” Ungkap warga.

Di jelaskan, volume Proyek itu tidak dapat diketahui, karena tidak tercantum dalam Papan Proyek, selain itu, diduga ada pengurangan volume matrial atau tidak sesuai dengan apa yang sudah di aturkan dalam Pedoman Umum Bansos Direktorat Jenderal Prasarana, dan Sarana Pertanian. Padahal jelasnya, Program Jides Pertanian, Kriteria Penerima Manfaat adalah, a. Tergabung dalam wadah P3A/GP3A dan/atau Poktan/Gapoktan. b. P3A/GP3A dan/atau Poktan/Gapoktan yang mempunyai semangat partisipatif yang mana perhitungan dari berapa Herktar sawah yang di airi oleh sumber air tersebut, dan Program tersebut di sebut dengan JIDES (Jaringan Irigasi Desa).

Bahkan dilokasi tersebut, ada salah satu warga mengeluh terkait pembayaran batu yang belum di bayar oleh Pemborong, dengan alasan katanya belum cair, “Kalau penggunaan batu sekitar 10 kubik, dengan jumlah keseluruhan 1.500.000,00, (satu juta lima ratus ribu rupiah), tapi belum di bayar sama Pelaksananya,” Tuturnya

Rahmat sebagai Ketua Gapoktan Pertanian, selaku Pelaksana Proyek Irigasi Swakelola, saat dikonfirmasi melalui telpon Celluler menjelaskan, “Terkait papan Imformasi belum di ambil, dan terkait anggaran saya tidak tau apa-apa, saya disuruh melaksanakan pekerjaan itu Pa, kalau matrial saya gunakan pasir yang ada di lokasi, saya ambil dari kali, batu juga saya ambil di lokasi dekat Program Jides,” Pungkasnya.

Sampai luncurnya berita ini, Newsbin belum mendapatkan Stedmen dari Pihak Konsultan Dinas Pertanian, Kepala KCD Pertanian Kecamatan Cidolog, dan PPL sebagai Penanggung jawab dari Program Jides tersebut.

Iwan Kurniawan – Red Newsbin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here