Beranda Asia Indonesia Desa Margaluyu Bersama Masyarakat Dan Ulama Setempat Shalat Istigosah Minta Hujan

Desa Margaluyu Bersama Masyarakat Dan Ulama Setempat Shalat Istigosah Minta Hujan

12
0

Sukabumi Newasbin.Com – Musim kemarau ini memang sangat panjang, panjang nya musim kemarau ini mengakibatkan air bersih, hutan kering, petani mengalami kesulitan mendapatkan air untuk ladang cocok tanam nya. Newsbin, pada Selasa, 10/09/2019.

Kepala Desa Margaluyu berkumpul bersama Masyarakat untuk melaksanakan Sholat Istigosah meminta hujan di lapang bola Desa Margaluyu, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Kegiatan dimulai sekitar pukul 08.00 WIB, bertindak sebagai Imam Ustad Hamdani, dan Ustad Darmawan selaku Khatib, turut serta dihadiri Bhabinkamtibmas, Kades MSI, Ustad Babinsa, beserta Alim Ulama, dan Santri yang diperkirakan berjumlah sekitar 200 jama’ah.

Dalam khutbahnya, khatib mengajak agar segera bertaubat, dan memohon ampunan kepada Allah SWT, sebab maksiat adalah salah satu sumber turunnya bencana di muka bumi. “Mari kita bersama-sama memohon ampunan kepada Allah SWT sekligus meminta turunya hujan”, Ujar Khotib.

Ustad meyampaikan kepada Newsbin, “Sinergitas para Ustad yang ada di wilayah Desa Margaluyu serta Masyarakat melalui kegiatan sholat Istisgosah adalah bentuk dari salah satu upaya manusia meminta kepada Allah SWT, agar diturunkan nya hujan ditengah musim kemarau saat ini”.

“Selain kita melakukan Komsos kepada masyarakat tentang bahaya, dan hukum serta dampak dari Karhutla, kita berusaha melalui jalan spritual yakni Saholat Istisqo (minta hujan)”, tambahnya.

Kepala Desa Margaluyu saat dikonfirmasi Newsbin mengatakan, “Kita memang menghimbau kepada seluruh Masarakat yang ada di wilayah Desa Margaluyu untuk melaksanakan Zikir, Berdo’a, Sholat Istisgosah, untuk meminta hujan yang penuh Barokah, dan itu memang atas motivasi tokoh Masarakat.

Menyampaikan kepada Newsbin, “Wilayah kita di Kabupaten Sukabuni ini sebagian merupakan daerah bergambut yang jika terjadi kebakaran akan cepat merambat, apalagi jika cuaca berangin, kami juga menghimbau kepada seluruh masyarakat khususnya yang ikut serta dalam kegiatan ini untuk jangan sembarangan melakukan pembakaran”.

“Jangan membakar atau membuang puntung rokok pada rumput, semak kering di lokasi yang rawan terbakar, jangan membuka lahan perkebunan dengan cara membakar hutan”, ujar Rilman.

Selain dari melakukan Sholat Istigosah, dilakukan juga sosialisasi tentang sanksi bagi pelaku pembakaran hutan, atau orang yang membakar hutan dan lahan, karena sudah di atur perundang-undang tentang Karhutla, menurut Undang Undang No. 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan pada Pasal 50 ayat (3) huruf d, yakni Setiap orang dilarang membakar hutan.

Juga pada Pasal 78 ayat (3) yang berbunyi “Barang siapa dengan sengaja melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50 ayat (3) huruf d, diancam dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan denda paling banyak Rp.5.000.000.000,00 (lima milyar rupiah)”.

Yang menjadi tambahan tentang UU pada Pasal 78 ayat (4) yang berbunyi : “Barang siapa karena kelalaiannya melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50 ayat (3) huruf d, diancam dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp. 1.500.000.000,00 (satu milyar lima ratus juta rupiah”. Pungkasnya.

Suherlan/Dewa.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here