Beranda Politik Advertorial DI TAHUN 2020, KEMENTAN OPTIMIS INVESTOR BANGUN 15 PABRIK GULA BARU DI...

DI TAHUN 2020, KEMENTAN OPTIMIS INVESTOR BANGUN 15 PABRIK GULA BARU DI INDONESIA

22
0

Indonesia Newsbin.Com – Demi mendorong minat investor untuk berinvestasi di subsektor perkebunan, khususnya gula, Kementerian Pertanian (Kementan) telah mereformasi perizinan untuk memperbaiki iklim investasi. Newsbin, pada Jum’at, 04/09/2019.

Direktur Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian, Kasdi Subagyono menegaskan bahwa Kementan terus berusaha mengubah paradigma birokrasi, dari yang tadinya “Penguasa dan Birokrat” menjadi “Pelayan Masyarakat”.

Kasdi menyampaikan bahwa Kementan punya empat hal penting yang dilakukan yaitu Pertama, pengawalan proses perizinan oleh Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Pelaksanaan Berusaha. Kedua, perizinan hanya melalui Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) atau Padu Satu Kementan.

Ketiga, adanya standar perizinan. Keempat, pelayanan perizinan yang terintegrasi secara elektronik Online Single Submission (OSS).

“Upaya pemerintah dalam menjaring investasi ternyata berbuah manis, pada periode 2014 – 2019 saja, perkembangan investasi sudah terlihat hasilnya. Pada periode tersebut setidaknya ada sepuluh pabrik gula baru yang dibangun, bahkan tujuh diantaranya sudah mulai beroperasi,” tuturnya.

Menurutnya lagi, pemerintah akan mulai kurangi impor gula konsumsi mulai 2020, karena sudah punya tambahan sepuluh pabrik gula. “Sehingga kebutuhan konsumsi gula 2,8 juta ton akan terpenuhi dari produksi dalam negeri,” terang Kasdi.

Lebih dari itu, pada periode 2020-2029 pemerintah berencana menjaring 15 investor untuk bangun pabrik gula lagi sebagai tambahan. Dengan adanya tambahan 15 pabrik gula baru, diharapkan nantinya lahan tebu dapat meningkat hingga mencapai 900.000-1.000.000 ha di 2029.

“Penambahan jumlah pabrik gula dan peningkatan luas areal tebu akan meningkatkan produksi gula nasional secara signifikan, yang artinya peluang Indonesia mencapai swasembada gula sangat besar, bahkan indonesia nantinya dapat mengekspor gula,” tutup Kasdi.

Hal senada disampaikan oleh Direktur PT. Muria Sumba Manis, Bernardus Dwisektiono, menurutnya pengurusan perizinan di pusat khususnya di Kementerian Pertanian sudah sangat mudah dan cepat.

“Dengan adanya layanan satu pintu atau Padu Satu di Kementan jauh lebih mudah dan cepat. Kami sebagai investor apresiasi Bapak Menteri Amran yang sudah memperbaiki aturan perijinan, sehingga kemudahan berusaha dan investasi di sektor pertanian sekarang lebih mudah dan cepat,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui telepon.

Bernardus juga menekankan bahwa kemudahan perizinan dan investasi yang sudah dilakukan oleh Kementerian Pertanian, harus juga sinergi atau diimbangi pada level daerah nya. Sehingga akan menarik investor-investor yang bergerak di sektor pertanian ke depan.

“Kami di industri gula sudah merasakan kemudahan berinvestasi, tinggal di daerah yang harus konek juga dengan sistem satu pintu nya pusat. Iklim investasi di Indonesia akan lebih baik ke depan seiring adanya komitmen pusat dan daerah,” tutup Bernadus.

Red Newsbin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here