Beranda Asia Indonesia Jual Beli Tanah Yang Berujung Di Pengadilan

Jual Beli Tanah Yang Berujung Di Pengadilan

117
0

Waykanan-Newbin, Team Investigasi bersama Team FPII (Forum Pers  Independent Indonesia) Mendapatkan temuan atau laporan dari salah satu Warga RT. 02/02 Kampung Waytuba, Kec. Waytuba Kab. Waykanan pada Senin 29/04.

Sebut saja Nama nya Bpk. Jiswan, Warga Kp. Waytuba tersebut memaparkan keluh kesahnya kepada Team Investigasi dan Team FPII Tentang gugatan tanah uang saat ini sedang bersengketa.

Tanah tersebut dibeli pada tahun 2009 sengan harga Rp. 12.000.000; (dua belas juta) Dari Bpk Sujiyanto/Sogol seluas 86 X 40 meter persegi, dengan dijanjikan dengan legalitas berupa surat Akte jual beli (AJB).

Namun Hingga saat ini, Surat yang di janjikan belum juga diberikan, malah lahir permasalahan dengan satu lahan di jual dua kali, menurut keterangan Bpk. Jiswan tanah tersebut telah di jual kembali oleh Sdri. Linda Sapitri, selaku Istri dari Sdr. Sujiyanto/Sogol pada tahun 2014 kepada Sdr. Hendra Juaini.

Dengan kajadian seperti itu pada akhirnya membuka perkara di Pengadilan Negeri Blambangan, Umpu Kab. Waykanan.

Di proses persidangan Pengadilan Negri Blambangan Umpu Kab. Waykanan, Sdr. Jiswan memenangkan perkara tersebut, Saat ini Sdr. Sujiyanto/Sogol selaku pihak pertama serta Sdr. Hendra Juaini Selaku pihak ke tiga Mengajukan Banding.

Oleh sebab itu, Patut diduga pihak pertama Sdr. Sujianto/sogol dan Pihak ke tiga Sdr. Hendra Juaini bersekongkol untuk menguasai kembali tanah  milik pihak ke dua yaitu Sdr. Jiswan.

Karna dalam hal ini yang merasa sangat dirugikan adalah pihak kedua, selaku pembeli Pertama, Harapan Sdr. Jiswan selaku Pembeli Pertama terhadap Pemerintah Daerah hususnya DPN (Badan Pertanahan Nasional) Kab. Waykanan, Agar segera menyelesaikan tupang tindih kepemilikan tanah, karena di duga satu legalitas berupa Surat (AJB) seperti dapat di jual lebih dari satu kali.

Contohnya yang menimpa kepada Sdr. Jiswan, tanahnya yang dibeli seharga Rp. 12.000.000; (dua belas juta rupiah) pada tahun 2009, dijual kembali oleh Sdri. Linda Sapitri sebagai Istri dari penjual Pertama pada Tahun 2014 kepada Sdr. Hendra Juaini seharga Rp. 35.000.000; (tiga puluh lima juta rupiah) dengan alasan tanah tersebut yang dijual kepada Sdr. Jiswan pada Tahun 2009 terlalu murah.

Edi Juanda.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here