KADES BULUREJO DAN PGRI CABANG MANTEWE BERSINERGI CIPTAKAN PEDULI KASIH

0
326

Tanah Bumbu Newsbin.Com – Tragedi bencana tambang manual yang dikelola PT. Cahaya Alam Sejahtera (CAS) yang mengakibatkan 10 Korban meninggal dunia, akhinya menumbuhkan banyak pemerhati terhadap salah satu keluarga korban yang menurutnya memerlukan uluran tangan dan kepedulian kasih serta moral. Newsbin pada Minggu 21/02/2021.

Disampaikan Kepala PGRI Cabang Mantewe yang baru saja dilantik 20 Januari 2021 lalu, H Joko Sutrisno, S.Pd. MM kepada media saat ditemui di kediamannya di Jalan Transmigrasi Km 42, Desa Sukadamai, Kecamatan Mantewe, Kabupaten Tanah Bumbu.

Berawal dari sentuhan hati yang mendalam, karena sesuatu hal, akhirnya menggugah banyak pihak untuk memberikan perhatian berupa santunan dan kepedulian sosial lainnya. Perhatian dimaksud diberikan kepada keluarga Slamet Riyadi (alm), korban meninggal pada musibah tambang batubara manual pada bulan januari (24/1) lalu.

Dimana Alm. Slamet Riyadi meninggalkan seorang istri dan 6 anak yang semuanya masih dibawah umur, paling besar sekitar umur 8 tahun yang masih duduk di bangku kelas 2 Sekolah Dasar dan mempunyai 5 orang adik yang masih kecil-kecil. Keluarga kecil yang masih perlu perjuangan seorang ayah kini terputus menjadi anak yatim yang perlu mendapatkan perhatian dari kalangan orang bijak.

Ketua PGRI pun berharap dengan bantuan alakadarnya ini, bisa bermanfaat bagi keluarga Sulastri (istri Alm.)

“Pak Slamet (alm) ternyata punya anak kecil-kecil, spontan saya ambil foto dan saya sebar di grup PGRI Kotabaru. Sebelum jenazah ketemu pun sudah tergugah, anaknya masih kecil-kecil kehilangan tulang punggung”, beber H.Joko.

“Begitu saya lihat kondisi rumah, ternyata rumahnya, ya disitu masak, disitu juga tidur. Bapak Slamet ini meninggal dunia bukan meninggalkan harta yang banyak, tapi meninggalkan tanggung jawab yang besar”, imbuhnya.

“Harapannya keluarga akan pulih kembali dari trauma. Menjadikan semangat untuk menata hidup yang lebih baik.Yang terpenting mudahan istri beliau bisa berkomunikasi baik dengan orang lain, sehingga dia bisa hidup sebagaimana ibu-ibu yang lain”, pungkasnya.

Dengan waktu yang tidak lama PGRI berhasil mengumpulkan dana lebih dari 20 juta rupiah termasuk dari salah seorang donatur berinisial HM. H. Joko pun menyimpulkan, sebaiknya dana yang ada ini dibikinkan tempat tinggal yang memang sudah diawali oleh Almarhum.

Hal serupa datang dari kepala Desa Bulurejo Sriyono, banyaknya bantuan yang tertuju kepada istri almarhum (Sulastri). Dengan adanya visi yang sama antara Kepala Desa dengan Ketua PGRI Cabang Mantewe, sehingga kedua belah pihak bersepakat untuk membentuk Tim penyalur bantuan. Tujuannya agar bantuan yang ada terhimpun melalui satu pintu (posko bantuan) sehingga tepat sasaran.

“Supaya bentuk bantuan tertata rapi, pemggunaannnya tepat, kami penginnnya dibuatkan satu pintu, dibuatkan Rekening. Adapun penggunaannya sesuai dengan kebutuhan, karena itu jangka panjang” ungkap Sriyono kapada media saat ditemui di kediamannya (Kamis 17/2/21).

Dalam hasil Rapat kedua belah pihak bersepakat membentuk tim bernama ‘Tim Bedah Rumah’. Dimana, pengurusnya terdiri dari unsur BPD, Kadus, Ketua RT, Linmas dan unsur pendidik.

Tim Bedah Rumah terdiri dari :
Pelindung : – Kades Bulurejo
– Camat Mantewe
Ketua : Rasmadi
Sekretaris : Walhidayah
Bendahara : Nur Kholis
Dibantu beberapa seksi serta anggota yang terdiri masyarakat Desa Bulurejo.

Anggaran Bedah Rumah yang awalnya direncanakan sebanyak Rp 36.853.500,- setelah adanya penambahan tukang, anggaran berubah menjadi Rp 41.353.500,- dan sudah terkumpul dana sebesar Rp 32.669.000,-. Sumber dana berasal dari :

  1. Masyarakat Rp 6.119.000,-
  2. PNPM Rp 1.000.000, –
  3. PGRI Rp 15.550.000,-
  4. Donatur (HM) Rp 10.000.000,-.
    Hingga saat terkonfirmasi (17/2), masih ada kekurangan dana sabanyak Rp 8.684.500,-.

Diyakini Sriyono bahwa anggaran tersebut akan cukup bahkan lebih karena banyaknya donatur.

“Kalau saya hitung, saya kira cukup, karena anggaran itu dibikin tinggi semua. Termasuk kayu juga dibantu, otomatis itu mengurangi anggaran. Pada akhir nanti pasti ada sisa dan masuknya semuannya ke situ Semua” jelas Sriyono mengakhiri.

Pergerakan bedah Rumah diawali dengan cara gotong royong tim beserta warga setempat pada hari Jum’at (19/2), tepat di rumah Sulastri Jl. Transmigrasi Rt 07/II, Desa Bulurejo, Kecamatan Mantewe, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalsel.

Selanjutnya pada hari ini Minggu (21/2) sampai selasai dikerjakan oleh 2 tukang dibantu oleh beberapa warga sekitar.

Rzq. Kaperwil
Mady. Wartawan

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here