Beranda Asia Indonesia Penembakan Anggota Polri Oleh Anggota Polri Di Ruang SPK Polsek Cimanggis, Depok.

Penembakan Anggota Polri Oleh Anggota Polri Di Ruang SPK Polsek Cimanggis, Depok.

174
0

Depok Newsbin.Com – Kesalah pahaman berakibat patal, kalau harus menghilangkan nyawa, apalagi dengan senjata api yang di rekomendasikan oleh Negara untuk 3 pungsi Kepolisian Republik Indonesia, namun tidak untuk saling menembak satu sama lain, pada Kamis, 25 Juli 2019, sekitar pukul 20.50 WIB.

Tempat di Ruangan SPK Polsek Cimanggis Jl. Raya Bogor Jakarta KM. 33, Kel. Curug, Kec. Cimanggis, Kota Depok, Bripka Rahmat Efendy berkelahiran di Bogor, 02 Januari 1978, beragama Islam, Pekerjaan Polri, tempat tinggal beralamat Permata Tapos, Blok. A, No. 1, RT. 003/008, Kel. Sukamaju baru, Kec. Tapos, dari Kesatuan Samsat Polda Metro Jaya.

Beradu mulut dengan Brigadir Rangga Rianto, berkelahiran di Jakarta, 01 Januari 1987, beragama Islam, Pekerjaan Polri, tempat tinggal beralamat di Jatijajar RT. 006/003, Kel. Jatijajar, Kec. Tapos Depok yang mengakibatkan lepas kontrol sampai mengeluarkan senjata Api jenis HS 9 Ke arah Bripka Rahmat sebanyak 7 kali tembakan ( isi magazin 9 butir ) selongsong sesuai dengan yang di temukan 7 selongsong, dan mengenai bagian dada ,leher ,paha dan perut sehingga korban meninggal di tempat.

Menurut saksi mata kejadian tersebut KSPK 1 IPDA ADHI BOWO SAPUTRO (Dinas), ZULKARNAEN, Jakarta, 01/07/1973, Islam, Pekerjaan Karyawan Swasta, yang beralamat, Jatijajar, RT. 004/003, Kel. Jatijajar, Kec. Tapos, Depok ini menerangkan.

“Telah terjadi penembakan terhadap anggota Polri di ruangan SPK Polsek Cimanggis awal mula kejadian Korban An. Bripka RACHMAT EFFENDY ( anggota Samsat PMJ ) mengamankan Pelaku tawuran an FAHRUL ZACHRIE Ke Polsek Cimanggis Hari Kamis tgl 25 Juli 2019, jam : 20.30 Wib , dengan Barang Bukti Clurit, tidak lama kemudian datang orang tua pelaku an. ZULKARNAEN bersama Brigadir RANGGA TIANTO dan Brigadir RANGGA meminta agar FAHRUL ZACHRIE untuk bisa dibina oleh orang tuanya, namun BRIPKA RAHMAT EFFENDI langsung menjawab bahwa Proses sedang berjalan dan Saya sebagai Pelapornya, dengan nada agak keras bicaranya sehingga membuat Brigadir RANGGA TIANTO Emosi karena tidak terima, kemudian ke ruang sebelah dan mengeluarkan senjata dan langsung menembak Senjata Api jenis HS 9 Ke arah Bripka Rahmat sebanyak 7 kali tembakan (isi magazin 9 butir) selongsong sesuai dengan yang di temukan 7 selongsong, dan mengenai bagian dada ,leher ,paha dan perut sehingga korban meninggal di tempat,” jelasnya.

Bersambung..!!!

Team Red Newsbin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here