Polres Kotabaru Bersama Pengurus Tempat Ibadah Dalam FOCUS GROUP DISCUSSION (FGD)

0
183
https://newsbin-online.com/wp-content/uploads/2020/06/Bhayangkara-ke-74.jpg

Kotabaru Newsbin.Com – Polres Kotabaru mengundang ketua-ketua tempat peribadatan Masjid, Gereja, Pura , Klenteng yang berada di kecamatan Pulau Laut Utara, dan Pulau Laut Sigam dalam acara FGD. Newsbin, pada Jum’at, 03/07/2020.

Acara di buka oleh Wakapolres Kotabaru Kompol Doli Martua Tanjung, S.I.K di Aula Polres Kotabaru. Dalam sambutan pembukaan Doli memaparkan adanya virus Corona, dan memberikan pemahaman tentang pencegahan Covid-19. “Bahwa virus Corona ini benar-benar ada namun tidak bisa kita lihat, terbukti kenyataan di Kotabaru masih ada beberapa orang yang terjangkit bahkan ada 7 orang yang meninggal dunia karena Covid-19, dan di makam di pemakaman khusus Covid-19 di Sigam, kami dari Kepolisian memberikan pemahaman kepada umat guna untuk meningkatkan kedisiplinan dalam melaksanakan ibadah dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Adapun penekanan lebih lanjut dipersilahkan bagi pengurus tempat ibadah untuk menindak lanjuti,” Tutur Doli.

Dalam acara tersebut ungkapan dari beberapa pengurus Masjid tentang kendala di lapangan dalam penerapan protokol kesehatan di masjid. Termasuk ungkapan dari Pendeta GPIB. “Hingga saat ini Jama’ah kami belum sepenuhnya ibadah di gereja namun pelaksanaan ibadah masih menggunakan sistem Daring/Online,” Ungkap Pendeta.

Kasat Binmas Polres Kotabaru AKP Rosadi yang merupakan narasumber menyimpulkan dari semua ungkapan pengurus tempat ibadah. “Pada intinya semua acara sudah bisa di laksanakan di tempat ibadah masing-masing, termasuk acara Pengantinan pun boleh. kecuali dangdutan yang belum di ijinkan. Jadi untuk acara kegiatan apapun di tempat ibadah silahkan untuk di laksanakan tanpa harus minta ijin. Hanya saja pelaksanaannya tetap menjalani protokol kesehatan,” Jelas Rosadi.

Dalam usai acara personil Sat Binmas Polres Kotabaru Ipda Mujiyanto menaruh harapan kepada Ponpes At-Taqwa LDII agar bisa menjadi yang pertama penerapan Ponpes Tangguh. Disampaikan Muji kepada Ustad LDII M. Lailatul Qodri di ruang diskusi usai acara. “Coba Ponpes LDII Jadikan yang pertama penerapan PONPES TANGGUH, agar bisa jadi percontohan untuk Ponpes-Ponpes yang lain, sebagaimana Kampung Tangguh yang asalnya penerapan di sebuah Desa di Jawa Timur akhirnya dijadi percontohan Nasional,” Saran Muji.

Masukan Ipda Mujiyanto di tanggapi Ustadz Lailatul Qodri, adanya saran tersebut akan kami tindak lanjuti melalui musyawarah internal terlebih dahulu, dan akan disampaikan kemudian. “Terimakasih, masukkan yang sangat bagus bagi kami, namun untuk kesimpulan perlu kami musyawarahkan terlebih dahulu. Nanti akan kita komunikasikan berikutnya,” Jawab Qodri.

Rzq.

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here