Rumah Sakit Jaraga Sasameh Buntok Terlilit Utang Hingga Puluhan Miliar Rupiah, Kok Bisa?

0
1065

Buntok Newsbin.Com – RSUD Jaraga Sasameh (RSJS) Buntok, Kabupaten Barito Selatan (Barsel) masih memiliki utang yang belum terbayar sebesar Rp. 13,3 Milyar, bahkan ada yang lebih dari dua tahun belum adanya penyelesaian, DPRD tunggu hasil audit inspektorat setempat.

Banyak pertanyaan terkait masih adanya utang yang belum terbayarkan tersebut dari RSJS. Hal ini dilontarkan oleh ketua Komisi III DPRD Barsel, H. Zainal Khairuddin, saat mendampingi Wakil Ketua I DPRD Barsel, H. Moch. Yusuf memimpin rapat dengar pendapat (RDP) dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) dan pihak RSJS, Newsbin pada Senin (8/3/2021).

“Namun hal itu tadi, menurut direktur Rumah Sakitnya, masih menunggu hasil pemeriksaan dari Inspektorat,” ungkap politisi asal PPP yang akrab disapa H Zainal

Karena RSJS adalah milik daerah, maka beban dan masalah apapun yang dihadapi oleh RSJS adalah tanggung jawab semua pihak termasuk DPRD, lanjut H Zainal

Namun, ditegaskan oleh politis PPP itu, untuk sikap dan keputusan dewan terkait hal tersebut ditentukan setelah adanya laporan hasil pemeriksaan oleh Inspektorat.

Lebih lanjut disampaikan H. Zainal,
Apabila nantinya memang ditemukan pelanggaran hukum dalam proses utang piutang, maka dewan akan menyerahkan masalah tersebut pada proses hukum yang berlaku.

“Apakah utang itu menyangkut pribadi, atau (untuk kepentingan) Rumah Sakit. Kalau itu untuk RS, kami komisi III siap membantu, karena itu untuk kepentingan pelayanan orang banyak. Tapi kalau itu untuk pribadi, suka tidak suka kita harus menempuh jalur hukum!” tegas Zainal.

Permasalahan utang piutang ini sendiri, terkuak setelah adanya pertanyaan yang disampaikan oleh Zainal terkait adanya laporan penagihan utang oleh salah satunya dari PT. Planet Medika kepada RSJS sebesar Rp. 497 juta lebih.

“Kalau untuk RSJS tadi, ada utang kurang lebih Rp. 13 M, termasuk dengan vendor Planet Medika dan lain sebagainya,” bebernya.

Sementara itu, direktur RSJS dr. Norman Wahyu pada saat RDP berlangsung, mengaku bahwa dirinya saat ini tengah berusaha melakukan pembenahan, apalagi masalah ini merupakan utang yang dilakukan sebelum dirinya menjabat sebagai direktur RSJS.

“Saya ini baru menjabat sekitar dua bulan lebih berapa hari ini. Kita sudah berusaha melakukan, yang sudah terbayarkan itu ada Rp. 1,7 M, yang di ACC tahun ini dan belum keluar uangnya, adalah Rp. 999 juta,” rincinya.

“Mereka (vendor) tidak mau memberikan barang apabila (utang) tidak dilunasi. Harus dilunasi, tidak ada yang mau ngasih barang untuk kita,” keluhkan Wahyu.

“Inilah kondisi RS kita sebenarnya. Bahkan ada hari ini satu perusahaan yang mensomasi RSJS, saya tadi buka di WA grup.” bebernya.

Herman S.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here