Tewasnya Pelajar Dibacok, Ketua DPRD Sukabumi Mengatakan, “Mendengar Kabar Pelajar Tewas Dibacok, Kami Sangat Syok, Dan Prihatin..!!!”

0
144


Sukabumi Newsbin.Com – Di jaman saat ini sangat diluar daripada apa yang dikatakan wajar, kejadian pembcokan Pelajar sampai tewas sangat di sesalkan meski tidak ada apa yang dikatakan penyelsaian, pada kejadian tersebut Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi Yudha Sukmagara mengaku sangat prihatin, dan kaget terkait penganiayaan berujung tewasnya Pelajar di Kecamatan Cibadak, Sukabumi. Newsbin, Pada Sabtu 17/04/2021.

Begitu mendapat informasi itu, Yudha mengaku langsung menghubungi Kapolres Sukabumi AKBP Lukman Syarif untuk mengetahui detil peristiwa tersebut. Ia berharap, ada sikap cepat yang harus dilakukan terutama oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi.

“Sangat prihatin, kaget, syok sampai terjadi penganiayaan yang mengakibatkan korbannya meninggal dunia dan ini melibatkan pelajar. Saya sudah koordinasi dengan pak Kapolres, empat pelaku sudah diamankan. Saya rasa ini harus jadi suatu perhatian khusus. Kami kecewa, geram ini bisa terjadi pada anak-anak bangsa kita,” Ucapnya Yudha kepada Newsbin, Jum’at, (16/04).

Yudha berharap adanya pendekatan, dari Dinas Pendidikan termasuk cara khusus agar kejadian itu tidak terus berulang. Meskipun begitu Yudha juga mengatakan bahwa persoalan itu bukan hanya tanggung jawab satu pihak, tapi semua unsur termasuk DPRD Kabupaten Sukabumi.

“Kekerasan oleh pelajar, perlu adanya sebuah pendekatan lebih banyak dari Dinas Pendidikan perlu adanya sebuah cara khusus untuk anak anak kita. Misalkan diberikan pemahaman-pemahaman agar tidak melakukan tindak kekerasan. Ini tugas berat, DPRD, Pemkab Sukabumi juga dan ini adalah tugas bersama,” Ujar Yudha.

“Kita harus menjaga mengawal dan mengayomi generasi penerus ini jangan sampai menjadi generasi yang mengarah kepada anarkisme, apa-apa perlu kekerasan. Perlu ada sebuah konsep, misalkan Dinas Pendidikan harus menerapkan sebuah sistem agar anak-anak ini mau menerima masukan dari gurunya,” Sambung Yudha.

Cara-cara khusus itu dijelaskan Yudha tidak hanya terbatas pada sosialisasi, tapi juga metode kekinian yang sesuai dengan perkembangan zaman. Pendekatan emosional yang tepat yang bisa merubah perilaku mereka.

“Jangan sampai hanya diberikan sosialisasi tapi anak-anak ini tidak mau mendengarkan. Perlu ada sebuah sistem pendekatan secara emosional, karena anak sekolah ini sedang mencari jati dirinya dan kita harus menyesuaikan. Misalkan pendekatan secara religi, kami DPRD akan inisiasi membuka komunikasi dengan FKPD, Polres, Kejaksaan dan Kodim. Dengan kasus ini kita kecolongan, jangan sampai ada lagi penerus kita mengalami kejadian serupa,” Pungkasnya.

Nur. D

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here