Beranda Asia Indonesia Walikota Palangkaraya Raya Sidak, Dan Kontroling Agen, Sampai Pangkalan Gas Melon Subsidi...

Walikota Palangkaraya Raya Sidak, Dan Kontroling Agen, Sampai Pangkalan Gas Melon Subsidi 3kg

71
0

Palangka Raya Newsbin.Com – Wali Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah Fairid Naparin menemukan pangkalan, dan pengecer gas 3kg di kota setempat diduga melakukan penimbunan gas bersubsidi.

“Hari ini saat kita sidak ada temuan di lapangan maka kami minta kepada Pertamina, dan Kapolres untuk menindak tegas, siapa yang merugikan tindak tegas saja, Pelanggaran tentang adanya tindak penimbunan gas bersubsidi,” kata Fairid di Palangka Raya, pada Rabu, 29/05/19.

Penimbunan pengecer banyak di temukan di daerah pasar Kahayan mandawai ada juga di jalan lain yang belum terpantau oleh Pemkot Palangka Raya.

Penumpukan elpije ini unik, tabung kosong dicampur tabung berisi seolah-olah tabung belum di isi, agar mengelabui pembeli, karena diduga saat waktu yang memang penting harga yang sangat luar biasa.

“Pangkalan diduga banyak menjual ke pengecer dengan harga yang pantastik, sementara harga yang berlaku, yang sudah di tetapkan oleh Pemerintah Rp. 16.000; (enam belas ribu rupiah) sementara yang mereka jual lebih dari harga get, Ini juga tidak dibenarkan secara aturan, Praktik seperti ini lah yang juga diduga membuat harga gas bersubsidi tetap melejit tinggi,” kata Fairid.

Diketahui pangkalan gas bersubsidi itu berada di bawah naungan PT Bersama selaku Agen yang menyuplai gas bersubsidi.

Ini tanggung jawab PT. Bersama sebagai Agen penyuplai gas bersubsidi, hal ini terkuak adanya laporan pengaduan salah satu Warga yang disampaikan langsung ke Walikota saat memantau harga bahan pangan di Pasar Kahayan tersebut.

Langsung Team Investigasi News menuju pengecer tabung gas bersubsidi tersebut, laporan Warga, harga gas bersubsidi sampai Rp 35.000; (tiga puluh lima ribu rupiah) di tempat pengecer, ironisnya lagi, lokasi pengecer dengan Pangkalan sangat dekat sekali.

“Harga eceran tertinggi gas bersubsidi ditingkat Pangkalan seharusnya Rp. 17.500; (tujuh belas ribu lima ratus ribu rupiah) per tabung, indikasinya terkadang pangkalan lebih dari itu menjualnya, maka harga ke pengecer sangat luar biasa, karena dari Pangkalan pun sudah sangat tinggi, untuk keterangan lebih lanjut silahkan konfirmasi ke tim satgas pangan,” katanya.

Sementara itu, di lokasi yang sama Sales Eksekutif LPG Pertamina Kalteng, Muhammad Revi Renaldhi menegaskan “Pihaknya akan menindak tegas setiap pelanggaran yang dilakukan Agen, maupun pangkalan, sangsi yang akan di lakukan adalah mencabut ijin pangkalan, karena idealnya harus mentaati aturan” tegasnya.

“Hari ini kita menemukan pangkalan yang menurut Pertamina melakukan pelanggaran yakni pangkalan menjual gas ke pengecer yang di luar ketentuan, di atas harga HET, dari Pertamina akan menindak lanjuti, dan akan kita berikan sanksi tegas hingga pemutusan hubungan usaha, dengan cara mencabut Ijin PT mereka” katanya.

Bersambung..!!!

Hadiboy Kaperwil BIN Kalteng.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here